Ronald Seger Prabowo
Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:59 WIB
Kondisi lereng Gunung Arjuno terbakar. [Instagram/malangraya_info]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya mendatangkan helikopter *water bombing* guna memadamkan 92 titik panas di Tahura Raden Soerjo.
  • Tim gabungan bersama relawan terus melakukan pemadaman serta penyekatan api secara darat di tengah tantangan angin kencang.
  • Kebakaran di Gunung Arjuno merusak jaringan pipa air bersih warga tanpa menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Pasuruan.

SuaraJatim.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius.

Sebanyak 92 titik panas (hotspot) masih terdeteksi, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan bantuan helikopter water bombing guna mempercepat pemadaman.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemadaman melalui udara diperlukan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses petugas melalui jalur darat, terutama di wilayah dengan medan terjal berupa tebing dan jurang.

“Hari ini di area Tahura Raden Soerjo ini masih terdeteksi ada 92 hotspot. Kita sedang mengkomunikasikan agar mendapat perbantuan helikopter untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa melakukan pemadaman secara lebih efektif,” kata Khofifah melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, bantuan helikopter diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran, terutama ketika kondisi geografis menyulitkan personel menjangkau titik api.

Sebelumnya, helikopter water bombing sempat dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur.

Namun, angin kencang dan cuaca terik selama musim kemarau menjadi tantangan dalam pengendalian kebakaran. Titik panas di sejumlah kawasan bahkan sempat meningkat hingga lebih dari 600 titik.

Pemadaman Darat Terus Dilakukan

Sambil menunggu kepastian bantuan helikopter, tim gabungan tetap melakukan pemadaman dan penyekatan api melalui jalur darat. Unsur yang terlibat meliputi Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca Juga: Api Mengamuk Merembet ke 4 Puncak, Jalur Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Ditutup Total

Koordinasi dengan kepala desa dan camat di wilayah Prigen serta Purwodadi juga diperkuat untuk memetakan pergerakan api dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Khofifah menegaskan, koordinasi lintas instansi perlu diperketat agar upaya pemadaman dan pengamanan dapat berjalan efektif, sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman.

“Koordinasi dengan Manggala Agni, MPA, atau relawan yang lain dengan kepala desa, camat, dan semua jajaran yang sudah memiliki pemetaan dengan baik harus diperketat agar bisa melakukan langkah-langkah pengamanan dan pemadaman. Jadi ada pembasahan dan ada juga pemadaman darat,” ujarnya.

Dampak kebakaran di kawasan Gunung Arjuno tidak hanya mengancam vegetasi hutan, tetapi juga mengganggu jaringan distribusi air bersih warga di Kabupaten Pasuruan.

Sejumlah pipa air bersih milik warga Desa Jatiarjo, Dayurejo, dan Tambaksari dilaporkan rusak akibat paparan panas api. Pipa berbahan high-density polyethylene (HDPE) dan paralon meleleh, sehingga mengganggu penyaluran air kepada masyarakat.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di kawasan Arjuno. Meski demikian, kerusakan jaringan pipa menjadi salah satu dampak yang harus segera ditangani.

Load More