Ronald Seger Prabowo
Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:34 WIB
Tebing longsor dan menutup total jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/10/2026) malam. [Beritajatim]
Baca 10 detik
  • Tebing setinggi 30 meter di Magetan longsor pada Sabtu malam dan menutup akses jalan antardesa.
  • Saluran air paralon yang gagal menahan aliran air diduga menjadi penyebab utama ambrolnya tebing tersebut.
  • Petugas gabungan mengerahkan alat berat untuk pembersihan tanpa adanya laporan korban jiwa dalam musibah ini.

SuaraJatim.id - Tebing setinggi sekitar 30 meter longsor hingga menutup total jalan penghubung Desa Tapak dan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Material batu besar dan pepohonan juga menyebabkan jaringan listrik warga di sekitar lokasi terputus.

Hingga Minggu (25/10/2026) pagi, jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petugas gabungan bersama alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses antardesa.

Kepala Desa Tapak, Sumarno, menduga longsor dipicu saluran pengairan sawah menggunakan pipa paralon yang tidak mampu menahan aliran air hingga menyebabkan tebing ambrol.

“Pengairan paralon tidak mampu menahan air sehingga longsor, jalan tertutup, listrik padam,” ujarnya melansir Beritajatim--jaringan Suara.com.

Kapolsek Panekan, AKP Mahfud Sidiq, mengatakan polisi telah mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekati area berbahaya. Petugas juga mewaspadai potensi longsor susulan selama proses pembersihan berlangsung.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, penutupan jalan menghambat mobilitas warga, sementara gangguan listrik turut berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.

Petugas masih melakukan penanganan dengan mengutamakan keselamatan. Penyebab pasti longsor juga perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi tebing dan saluran pengairan di lokasi.

Baca Juga: Lahan Kering, Harga Ambruk: Nestapa Dua Arah Petani Sayur Magetan

Load More