Di bidang pendidikan, bantuan mencakup beasiswa SKSS bagi tujuh mahasiswa dengan total Rp14 juta serta dukungan berupa tas dan alat tulis bagi 100 anak senilai Rp15 juta.
Adapun alokasi BAZNAS untuk penyaluran di pesantren meliputi zakat produktif bagi 50 penerima senilai Rp25 juta, bantuan biaya pendidikan bagi 10 santri sebesar Rp10 juta, serta beasiswa SKSS Ma’had Ali bagi 10 penerima dengan total Rp20 juta.
Dukungan terhadap kelayakan hunian juga diperkuat melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. Program ini dialokasikan bagi 10 penerima, masing-masing Rp25 juta, dengan total Rp250 juta.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa dukungan pendidikan, pemenuhan gizi, dan kelayakan tempat tinggal merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, bantuan usaha diharapkan dapat menjadi modal bagi penerima untuk memperkuat penghasilan keluarga.
“Pendidikan anak-anak harus terus kita jaga, kebutuhan gizinya kita perhatikan, dan keluarga kita dukung agar memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui bantuan usaha, kami juga berharap masyarakat semakin bersemangat mengembangkan kegiatan ekonomi yang dapat menopang kebutuhan keluarganya,” ungkapnya.
Dukungan pemberdayaan ekonomi turut melibatkan BUMD Provinsi Jawa Timur melalui alokasi zakat produktif sebesar Rp50 juta bagi 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu.
Pada sektor pemberdayaan desa, terdapat alokasi Rp115 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Jumlah tersebut terdiri atas program Desa Berdaya sebesar Rp100 juta untuk satu desa serta BKK kabupaten/kota sebesar Rp15 juta.
Sementara itu, alokasi bantuan keuangan desa mencapai Rp5,325 miliar. Rinciannya, Rp250 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk satu desa, Rp1,525 miliar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk sembilan desa, serta Rp3,55 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk 14 desa.
Untuk mendukung produktivitas pertanian, disiapkan bantuan alat dan mesin pertanian senilai Rp450 juta melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bantuan tersebut meliputi empat unit alat pemipil jagung, empat unit alat perontok hasil panen, satu unit motor roda tiga, satu unit traktor tangan rotari, serta satu unit mesin tanam padi.
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027
Di sektor perikanan, alokasi bantuan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mencapai Rp475.573.916.
Dukungan tersebut meliputi 60 jaring ikan untuk tiga kelompok usaha bersama senilai Rp169.313.000, empat mesin tempel kapal berkapasitas 15 PK untuk empat kelompok usaha bersama senilai Rp196.538.000, bantuan budidaya ikan lele sebesar Rp54.819.802, serta bantuan budidaya ikan nila sebesar Rp54.903.114.
Terdapat pula alokasi dukungan program pembinaan jalan kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp700 juta.
Menurut Khofifah, berbagai dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perlindungan sosial perlu ditopang penguatan ekonomi, pelayanan dasar, dan pembangunan desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan semakin luas.
“Kami mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi dan pendampingan. Semoga setiap bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik, membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menjadi penguat semangat untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan kegiatan dan berbagai program bantuan yang dihadirkan bagi masyarakat Pacitan.
Berita Terkait
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang
-
Gubernur Khofifah Apresiasi Para Atlet Jatim Mampu Pecahkan Rekor dalam Asian Para Games 2026
-
Jatim Cegah Stunting, Gubernur Khofifah Bagikan Paket Gizi bagi Ibu Hamil dan Balita di Pacitan
-
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih 196 KK Terdampak Kekeringan di Desa Kenongrejo Ngawi
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Pangkas Biaya dan Jarak, Tim Ekspedisi Patriot ITS Surabaya Dekatkan Akses Beasiswa
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan