- Polda Jatim memperagakan 48 adegan prarekonstruksi pembunuhan ibu dan anak di Madiun pada Selasa (27/10/2026).
- Kegiatan tersebut dilakukan di tiga lokasi berbeda untuk mendalami rangkaian peristiwa serta upaya menghilangkan jejak kejahatan.
- Polisi mengamankan sejumlah barang bukti termasuk mesin pencacah dan potongan tulang guna pemeriksaan laboratorium forensik lebih lanjut.
SuaraJatim.id - Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur memperagakan 48 adegan dalam prarekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, Selasa (27/10/2026) malam.
Penyidik mendalami rangkaian peristiwa di tiga lokasi yang diduga berkaitan dengan kematian kedua korban hingga upaya menghilangkan jejak.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan prarekonstruksi dimulai di Hotel Mataram Baru, Jalan dr. Soetomo, tempat Dini diduga meninggal dunia setelah terlibat percekcokan dengan tersangka Dwi Bagus Martono.
Di lokasi tersebut, penyidik memperagakan komunikasi tersangka dan korban hingga proses membawa jenazah keluar hotel menggunakan mobil. Rangkaian adegan itu juga dicocokkan dengan rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Prarekonstruksi berlanjut ke rumah orang tua tersangka di kawasan Winongo, Kota Madiun, yang diduga berkaitan dengan kematian AGF. Sejumlah adegan diperbaiki setelah penyidik berdiskusi dengan tersangka untuk menyesuaikan peragaan dengan keterangannya.
Lokasi ketiga adalah rumah pribadi tersangka di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong. Di tempat ini, penyidik mendalami dugaan pembakaran dan jenazah kedua korban digiling serta tindakan yang diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak.
“Yang menarik, tersangka membeli mesin itu setelah proses pembakaran. Setelah digunakan, dua hari kemudian menyuruh temannya menjualnya. Ini harus didalami,” ujar Jumhur melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Rabu (28/10/2026).
Penyidik telah mengamankan mesin pencacah, abu dari tungku, serta sejumlah bagian tulang yang diduga berasal dari jenazah korban. Barang bukti tersebut menjalani pemeriksaan laboratorium forensik untuk membantu mengungkap identitas dan karakteristik temuan tulang.
Sementara itu, motif dugaan pembunuhan masih didalami. Penyidik juga mencocokkan keterangan tersangka dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menewaskan ibu dan anak tersebut.
Baca Juga: Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso, 4 Rumah Rusak dan Kerugian Capai Rp25 Juta
-
Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun