Ronald Seger Prabowo
Rabu, 04 November 2026 | 11:48 WIB
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Bareskrim Polri resmi menahan Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi di Rutan Mabes Polri sejak Selasa (3/11/2026) malam.
  • Penahanan tersebut dilakukan karena mereka diduga terlibat dalam skandal penyadapan ilegal, akses tidak sah, serta penghapusan data elektronik yang menyasar Presiden Prabowo Subianto.
  • Artikel ini juga mencatat kasus hukum serupa yang menjerat mantan pejabat kepolisian di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malawi, dan China.

Jacobson diduga menggelapkan sekitar 85.000 dolar AS dari dua dana yang berkaitan dengan kegiatan kepolisian.

Dana pertama merupakan anggaran penegakan narkotika yang digunakan antara lain untuk membayar informan. Sementara dana lainnya diperuntukkan bagi program kegiatan kepolisian untuk anak-anak dan remaja.

Penyidik menduga sekitar 81.500 dolar AS berasal dari dana penegakan narkotika, sedangkan 4.000 dolar AS lainnya berasal dari dana Police Activity League.

Jacobson sebelumnya mengundurkan diri pada Januari 2026 sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Ia menghadapi dua dakwaan pencurian. Pengacaranya mengingatkan agar publik tidak langsung menganggap kliennya bersalah karena perkara masih berada pada tahap awal.

3. Mantan Kepala Kepolisian Malawi George Kainja

Mantan Kepala Kepolisian Malawi, George Kainja, ditangkap pada Juni 2022 setelah diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden negara tersebut.

Kainja terseret penyelidikan skandal korupsi pengadaan pemerintah yang nilainya mencapai 150 juta dolar AS.

Biro Antikorupsi Malawi menuduh Kainja menerima keuntungan dari seorang pengusaha dalam proses pengadaan paket makanan untuk kepolisian.

Baca Juga: JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Dalam penyelidikan tersebut, Kainja diduga meminta dan menerima sebuah kendaraan serta uang sebesar 8.000 dolar AS terkait kontrak pengadaan senilai 875.000 dolar AS.

Kainja kemudian dibawa ke pengadilan dan membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga mendapatkan penangguhan penahanan dengan jaminan.

Kasus ini menjadi sorotan karena dugaan korupsi tersebut melibatkan pejabat yang seharusnya bertanggung jawab menjaga integritas institusi kepolisian.

4. Mantan Kepala Kepolisian China Fu Zhenghua

Di China, Fu Zhenghua, mantan pejabat tinggi kepolisian yang pernah menjabat Direktur Biro Keamanan Publik Beijing dan Wakil Menteri Keamanan Publik, juga terseret kasus korupsi besar.

Pada Juli 2022, Fu menjalani persidangan di Pengadilan Menengah Changchun, Provinsi Jilin.

Load More