SuaraJatim.id - Budi Hartanto, guru tari yang jasadnya ditemukan tewas dalam koper diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk membeli makanan dengan seorang temannya.
Supadi mengaku keponakannya itu terakhir kali berkomunikasi dengan orang tuanya pada Selasa (2/4/2019) malam.
"Kemarin dia latihan dancer di ruko GOR Jayabaya. Kemudian malam hari pamit (bersama) temannya keluar beli makanan," kata Supadi seperti dikutip Beritajatim.com, Kamis (4/4/2019).

Namun, kata dia, korban tak kunjung kembali ke rumah sampai keluarga mendapatkan kabar duka dari polisi.
Baca Juga:Minim Peminat, Penerbangan Rute Cilacap - Semarang Dihentikan
"Tetapi tidak kembali. Hingga pagi harinya kami mendapatkan kabar dari Polres Blitar,” katanya.
Pasca jasadnya telah ditemukan, keluarga telah memakamkan jasad Budi di dekat kediamannya di Blitar, Jawa Timur. Korban terpaksa dimakamkan dengan kondisi tubuh yang tak utuh karena kepala hingga kini belum ditemukan.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat di Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar geger, Rabu (3/4/2019) pagi. Penyebabnya, warga menemukan sebuah koper hitam yang berisi jasad pria tanpa busana.
Mayat dalam koper tersebut ditemukan warga tepat di bawah jembatan. Mayat dalam posisi meringkuk, seolah dipaksakan masuk dalam koper tersebut. Tidak diketahui identitas pasti jenazah, dan penyebab kematiannya. Diduga kuat mayat merupakan korban pembunuhan.
Baca Juga:Bukan Chelsea Islan, Ini Kriteria Calon Istri Denny Sumargo