- Seorang pria bernama Satuan menganiaya mertua dan istrinya menggunakan pisau dapur di Desa Sumbergirang, Mojokerto, Rabu (6/5/2026).
- Akibat serangan tersebut, Siti Arofah meninggal dunia, sementara Sri Wahyuni mengalami luka berat dan menjalani perawatan medis.
- Pelaku berhasil ditangkap kepolisian di wilayah Asemrowo, Surabaya, enam jam setelah melarikan diri menggunakan moda transportasi bus Trans Jatim.
SuaraJatim.id - Suasana Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mendadak mencekam pada Rabu (6/5/2026). Di balik dinding sebuah rumah, sebuah pisau dapur yang lazimnya digunakan untuk memotong sayuran, justru menjadi alat pencabut nyawa dan peluka raga.
Satuan (43) tega membabi buta menganiaya mertua dan istrinya sendiri. Usai melakukan aksi sadisnya, pria satu anak ini mencoba membaur dengan masyarakat umum, melarikan diri menggunakan moda transportasi publik bus Trans Jatim.
Kejadian berdarah itu diperkirakan pecah sekitar pukul 07.30 WIB. Siti Arofah (54), sang mertua, tak kuasa bertahan setelah mengalami luka fatal di bagian leher.
Sementara itu, istrinya, Sri Wahyuni (36), harus berjuang antara hidup dan mati dengan luka sayatan di leher dan wajah yang kini dirawat intensif di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo.
Baca Juga:Kesaksian Tetangga: Mertua Dibantai Menantu Saat Masuk Rumah Lewat Pintu Belakang di Mojokerto
Usai melancarkan aksinya, Satuan sempat meminta bantuan saudaranya untuk diantar ke titik pelarian. Tanpa rasa curiga yang berlebih dari penumpang lain, ia naik bus Trans Jatim menuju arah Surabaya. Namun, "pintarnya" pelarian Satuan hanya bertahan enam jam.
"Terduga pelaku mengaku naik kendaraan umum, bus TransJatim, dan turun di Asemrowo, Kota Surabaya," ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sekitar pukul 14.00 WIB, langkah Satuan terhenti. Tim Polsek Asemrowo yang telah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto mendapati pria tersebut sedang berdiri di pinggir jalan di wilayah Asemrowo, Surabaya.
Tak ada lagi perlawanan. Satuan menyerah begitu saja, seolah sadar bahwa bayang-bayang dosanya telah tertangkap oleh hukum.
"Yang bersangkutan masih kita periksa. Tidak ada perlawanan saat diamankan dan dia langsung mengakui perbuatannya," tambah AKP Aldhino.
Baca Juga:Menantu Gelap Mata, Mertua Tewas dan Istri Kritis Akibat Serangan Brutal di Mojokerto
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti yang memilukan: sebilah pisau dapur yang masih menyisakan bercak darah, serta baju korban yang menjadi saksi bisu kekejaman pagi itu.
Jenazah Siti Arofah kini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Watukosek untuk menjalani autopsi guna memperkuat bukti di pengadilan nanti. Penyidik kini tengah mendalami motif di balik aksi nekat Satuan.