facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dalam Sehari, 2 Orang Tewas Gantung Diri di Blitar

Bangun Santoso Kamis, 23 Mei 2019 | 13:26 WIB

Dalam Sehari, 2 Orang Tewas Gantung Diri di Blitar
Ilustrasi gantung diri (Shutterstock)

Korban pertama bernama Naseran tewas tergantung di saluran air pinggir jalan, sementara korban kedua Sumardi ditemukan tewas tergantung di rumahnya

SuaraJatim.id - Sebagian warga di Kota Blitar dikejutkan dengan kabar kematian akibat gantung diri oleh dua orang dalam sehari pada Selasa (21/5/2019). Peristiwa itu terjadi di dua lokasi berbeda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, peristiwa gantung diri pertama terjadi di Jalan Tanjung, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar.

Saksi Sunarmiasih, pemilik warung nasi, pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB mendapati seorang pria tewas tergantung dengan tali di atas saluran air di pinggir jalan dengan tas selempang masih dikenakan.

"Korban adalah Naseran (59), warga Desa Sitoyobagus, Kabupaten Tulungagung," ujar Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi.

Baca Juga: Sakit Tak Kunjung Sembuh, Nenek 76 Tahun Nekat Gantung Diri

Di dalam tas selempang korban, polisi menemukan beberapa bungkus puyer obat sakit kepala, autan, dompet berisi KTP dan uang Rp 45.000.

"Menurut warga sekitar, korban beberapa hari terakhir sering terlihat mondar-mandir di Kelurahan Sukorejo," ujar Agus.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Jasad Naseran hingga kini masih berada di RSUD Mardiwaluyo, Kota Blitar.

Peristiwa gantung diri juga terjadi di Jalan Sumatera, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Korbannya adalah Sumardi (64), warga setempat. Korban ditemukan gantung diri di pojokan rumah oleh istrinya.

"Sesuai keterang istrinya, sejak subuh korban tidak terlihat di rumah. Istrinya sempat mencarinya. Paginya, istrinya baru menemukan korban dalam kondisi tewas gantung diri di pojokan rumah," ujar Kapolsek Sananwetan, Kompol Didit Prihantoro.

Baca Juga: Anak Temukan Ayah Gantung Diri, Pak RT: Saya ke Sini Jenazah Sudah Turun

Berdasarkan keterangan keluarga, sejak dua tahun belakangan ini, korban mengeluhkan sakit kepala dan tak kunjung sembuh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait