Akibat Takut Mitos, Sungai di Madiun Tercemar Limbah Popok Sekali Pakai

Chandra Iswinarno
Akibat Takut Mitos, Sungai di Madiun Tercemar Limbah Popok Sekali Pakai
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro. (Solo Pos/Madiun Pos)

Dampak mitos tersebut menyebabkan aliran sungai di daerah tersebut menjadi tercemar popok bayi sekali pakai.

Suara.com - Persoalan mitos dalam masyarakat ternyata bisa berdampak negatif pada lingkungan hidup, seperti yang terjadi di Kabupaten Madiun Jawa Timur. Selama ini, sebagian masyarakat di kabupaten tersebut memercayai adanya larangan membakar popok bayi sekali pakai.

Dampak mitos tersebut menyebabkan aliran sungai di daerah tersebut menjadi tercemar popok bayi sekali pakai.

Bupati Ahmad Dawami mengaku selama ini rutin mengampanyekan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dari sampah plastik. Namun, menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih minim.

Seperti dilansir Solopos.com - jaringan Suara.com, Ahmad menyebut sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang percaya dengan mitos yang menyesatkan terkait popok bayi. Padahal, popok bayi sekali pakai tersebut merupakan salah satu sampah yang sulit diurai.

"Masih banyak masyakat yang membuang popok bayi ke sungai karena mereka takut mitos tentang popok bayi tidak boleh dibakar," katanya, baru-baru ini.

Saat popok bayi itu dibuang di sungai dan dimakan ikan. Tentu ikan tersebut bisa teracun oleh bahan kimia yang terkandung dalam popok bayi itu.

Padahal pemakaian popok bayi cukup banyak di Madiun. Karena anak-anak usia 0 sampai 3 tahun masih membutuhkan popok bayi. Sehingga kalau setiap masyarakat membuang sampah popok ke sungai tentu akan semakin rusak dan tercemar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS