Burung Merak Kertas Jadi Karya Terakhir Amira untuk Orangtuanya

Chandra Iswinarno
Burung Merak Kertas Jadi Karya Terakhir Amira untuk Orangtuanya
Karya Berupa Burung Merak dari Kertas Lipat yang jadi kenangan almarhum Irza Amira bagi orang tua. [Suara.com/Arry Saputra]

Selain karya tersebut, kenangan lainnya yang tak terlupakan yaitu foto wisuda anaknya saat masih di bangku TK. Jubair mengaku belum memiliki foto anaknya ketika masuk SD.

Suara.com - Meninggalnya siswi bernama Irza Amira akibat insiden ambruknya atap SDN Gentong di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur meninggalkan kenangan terakhir yang tak terlupakan bagi keluarga.

Karya tersebut menyerupai bentuk burung merak, terbuat dari kertas lipat berwarna warni yang tersusun dan dimasukkan ke dalam kotak bingkai berukuran persegi.

Ayah korban, Jubair (39) sambil berkaca-kaca mengungkapkan karya tersebut merupakan hasil karya yang ia buat bersama ibunya pada Senin (4/11/2019) lalu. Ia mengerjakan karya itu hingga larut malam.

"Ini buatnya ini dari malam senin pukul 19.000 sampai pukul 22.00. Ini dibantu ibunya. Yang satu di rumah untuk kenang-kenangan yang satu di sekolah," ungkapnya sambil sesengukan.

Ia menceritakan, sosok anaknya tersebut merupakan anak yang sangat rajin belajar dan gemar membuat karya-karya dari kertas lipat atau tugas yang diberikan oleh sekolah.

"Dia itu senang banget belajar senang sekolah. Kadang kalau malam itu suka bilang kapan ya pagi aku mau sekolah, dia ceria," ujarnya.

Selain karya tersebut, kenangan lainnya yang tak terlupakan yaitu foto wisuda anaknya saat masih di bangku TK. Jubair mengaku belum memiliki foto anaknya ketika masuk SD.

"Ini juga (foto) kenangan buat saya, ini foto waktu masih TK dulu," katanya.

Untuk diketahui, atap bangunan gedung sekolah SDN Gentong Kita Pasuruan di Jalan Kyai Sepuh Nomor 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, ambruk pada Selasa (5/11/2019).

Insiden robohnya atap bangunan itu terjadi saat para murid sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain menelan dua nyawa, 11 siswa SD juga mengalami luka-luka. Dalam insiden tersebut, setidaknya ada empat bangunan yang atapnya ambruk. Di antaranya, yakni di kelas II A, II B, V B, dan V A.

Kontributor : Arry Saputra

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS