Pasar Ngunut Terbakar, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 50 Miliar

Dwi Bowo Raharjo
Pasar Ngunut Terbakar, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 50 Miliar
Sejumlah pedagang nekat menerobos garis polisi untuk melihat kios miliknya yang hangus terbakar menyisakan puing kehancuran di dalam kompleks Pasar Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Kebakaran tersebut menghasnguskan hampir 90 persen kios dan los bangunan.

Suara.com - Hampir 90 persen kios dan los bangunan Pasar Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, terbakar pada Jumat (8/11) sore. Kerugian pedagang akibat kebakaran besar itu diperkirakan mencapai Rp 50 miliar lebih.

"Kalau melihat dampaknya yang parah begini, kemungkinan bisa mencapai Rp 50 miliar," kata Kepala UPT Pasar Ngunut Junedi dikonfirmasi di sela pengawasan kondisi Pasar Ngunut pasca kebakaran pada Sabtu (9/11/2019).

Junedi mengaku mendengar langsung keluhan sejumlah pedagang, yang rata-rata mengaku mengalami kerugian mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Sementara di kompleks Pasar Ngunut yang letaknya persis di jantung kota Kecamatan Ngunut dan berdekatan dengan fasilitas stasiun kereta api itu dimanfaatkan oleh 800-an pedagang, dengan aneka komoditas jualan.

Sejumlah pedagang nekat menerobos garis polisi untuk melihat kios miliknya yang hangus terbakar menyisakan puing kehancuran di dalam kompleks Pasar Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Sejumlah pedagang nekat menerobos garis polisi untuk melihat kios miliknya yang hangus terbakar menyisakan puing kehancuran di dalam kompleks Pasar Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Dwi Razaq, salah satu keluarga pemilik kios permanen di sisi timur kompleks Pasar Ngunut mengaku sempat mengevakuasi 70 persen barang dagangannya saat kebakaran terjadi. Namun, ia masih mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta.

Sementara lebih banyak kios dan toko yang ludes terbakar. Termasuk pemilik kios/toko emas.

Kendati aneka perhiasan para pedagang aman tersimpan di dalam brankas besi, kondisi perhiasan di dalamnya belum terkonfirmasi setelah sempat terpanggang dalam suhu tinggi saat kebakaran terjadi.

"Kami belum tahu kondisinya karena brankas belum dibuka. Secara teori perhiasan itu harusnya aman, karena brankas ini tahan api. Tapi bagaimana bentuk dan rupanya setelah terkena suhu sangat panas saat kebakaran terjadi, kami belum bisa memastikan," kata Mas Pur, salah satu pemilik toko emas di deretan kios permanen Pasar Ngunut. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS