Murid Disumpah Alquran Sebelum Cabuli, Pengakuan Mengejutkan Guru BK Huda

Agung Sandy Lesmana
Murid Disumpah Alquran Sebelum Cabuli, Pengakuan Mengejutkan Guru BK Huda
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (kedua dari kiri) pada saat berbicara dengan tersangka pencabulan CH, di Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)

Perilaku seks menyimpang tersebut sudah dilakukannya masih berusia 20 tahun.

SuaraJatim.id -  Polisi telah meringkus Choirul Huda (38), guru honorer lantaran telah mencabuli belasan murid di sebuah SMP di kawasan Malang, Jawa Timur.

Huda pun memberikan pernyataan yang mengejutkan saat dihadirkan dalam rilisi yang digelar Polres Malang, Sabtu (7/12/2019). 

Huda yang sudah lima tahun menjadi guru BK itu mengaku selama ini memang menyukai laki-laki dan perempuan. Perilaku seks menyimpang tersebut sudah dilakukannya masih berusia 20 tahun.

“Saya mulai SMA. Gak tahu, tiba-tiba perasaan itu muncul begitu saja,” kata Huda seperti dikutip dari Beritajatim.com.

Huda yang merupakan warga Desa Kedungpendaringan, Kepanjen, Kabupaten Malang itu juga mengaku sudah memiliki seorang istri dan anak. Selama menjalankan aksinya itu, murid SMP yang sudah menjadi korban Huda mencapai 18 orang.

Gak ada (yang lain), cuma 18 anak,” katanya.

Dari pengungkapan kasus ini, modus Huda mencabuli belasan siswanya dengan berpura-pura sedang mengerjakan penelitian untuk keperluan disertasi S3. Dia pun meminta para korban untuk menjadi relawan penelitiannya. Sebelum dicabuli, para siswanya diminta untuk bersumpah dengan Alquran.

Sebelumnya, polisi menangkap Choirul Huda di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (6/12/2019) kemarin. 

Terkait penangkapan ini, polisi juga telah menetapkan Hud sebagai tersangka. Atas perbuatannya itu, Huda kini harus meringkuk di penjara.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS