facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiga Orang Anak Dilaporkan Hilang Terseret Ombak Pantai Alas Purwo

Bangun Santoso Senin, 09 Desember 2019 | 07:51 WIB

Tiga Orang Anak Dilaporkan Hilang Terseret Ombak Pantai Alas Purwo
Sebagai ilustrasi: Rombongan wisatawan dari Ngoro, Kabupaten Jombang terekam kamera saat mandi di Pantai Pangi, Blitar sesaat sebelum empat dari mereka terseret ombak. (Foto: Istimewa)

Anak-anak tersebut awalnya dilaporkan tengah mencari kerang di pinggir pantai di kawasan Taman Nasional Alas Purwo

SuaraJatim.id - Tiga orang bocah yang masih belasan tahun dinyatakan hilang saat bermain di Pantai Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ketiga anak tersebut diduga terseret ombak saat bermain di pantai tersebut pada Minggu (8/12).

Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

"Sebenarnya ada empat anak yang ada di situ, tapi satu anak lainnya berhasil selamat setelah ditolong oleh pemancing di pantai itu,” kata Kapolsek AKP Priyono, sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Minggu (8/12/2019).

Menurut dia, mereka bermaksud mencari kerang di pantai tersebut. Mereka adalah Desta (14), Sulton, Reza yang tinggal di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo bergabung dengan Redi, asal Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo untuk mencari kerang di Pantai Trianggulasi.

Baca Juga: 3 Pelajar Tenggelam Dihempas Ombak Pantai Pulsa, Dievakuasi 12 Personel SAR

“Mencari kerang itu kan tubuhnya penuh lumpur pasir. Lha mereka bermaksud membersihkan diri dengan mandi di laut,” katanya.

Dari empat anak itu, hanya Reza satu-satunya korban yang selamat. Sedangkan tiga rekannya hilang dan masih dicari oleh tim gabungan.

“Hanya ada satu kapal milik TNAP yang menyisiri laut. Lainnya hanya bisa menunggu kemunculan tubuh para korban di tepi pantai,” katanya lagi.

Ombak Trianggulasi memang terkenal ganas. Sebab garis pantainya berdekatan dengan Pantai Plengkung atau G Land yang disebut-sebut sebagai pantai selancar terbaik kedua di dunia setelah Hawai.

“Kendala kita soal alat pencarian yang mengandalkan speed board milik TNAP. Selebihnya hanya mengandalkan faktor alam. Di sini tidak ada nelayan tradisional,” imbuh dia.

Baca Juga: Terhempas Ombak, Nelayan Gunungkidul Hilang Saat Selamatkan Anaknya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait