Indeks Terpopuler News Lifestyle

Ngaku Diperkosa, Bercak Darah di Seprai Bongkar Rekayasa Nenek Sumintuk

Agung Sandy Lesmana Senin, 13 Januari 2020 | 18:45 WIB

Ngaku Diperkosa, Bercak Darah di Seprai Bongkar Rekayasa Nenek Sumintuk
Nenek Sumintuk (tengah) saat diumumkan sebagai tersangka oleh Polres Jember. [Suarajatimpost]

Akhirnya ia mengakui, menyakiti diri sendiri karena utang piutang, ungkap Alfian.

SuaraJatim.id - Lantaran diduga tak mau membayar utang sebesar Rp 10 juta, Sumintuk (60), wanita paruh baya yang tinggal di Jember, Jawa Timur mengarang jadi korban pemerkosaan.

Sumintuk bahkan menusuk lehernya sendiri karena terlilit utang.

Kepala Polres Jember AKPB Alfian Nurrizal seperti dikutip Jatimnet.com--jaringan Suara.com, Senin (13/1/2020) menyampaikan, polisi menemukan kejanggalan trkait aksi kebohongan yang diskenariokan nenek Sumintuk dari temuam bercak darah di seprai dan baju.

Kejanggalan itu ditemukan ketika polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pada Kamis (9/1/2020) terkait klaim Sumintuk yang menjadi korban pemerkosaan.

"Itu memang darah milik Sum. Tapi setelah kami (mintakan) visum, tidak ada (tanda-tanda) perlakuan kekerasan seksual," katanya.

Kasus ini diselidik polisi setelah Sumintuk ditemukan tergeletak tak berdaya di ranjang kamar oleh tetangga pada 4 Desember 2019 pagi lalu. Selain jadi korban perkosaan orang tak dikenal, ia mengaku pelaku juga menganiaya. Sebagai bukti, ada luka di leher Sum.

Tapi nyatanya, laporan itu rekayasa. “Akhirnya ia mengakui, menyakiti diri sendiri karena utang piutang,” ungkap Alfian.

Menurut Alfian, jika pemerkosaan berlangsung dalam posisi tidur, darah dari luka di leher mengalir ke samping. “Seharusnya aliran darah dari leher akan mengenai bagian daerah belakang,” katanya.

Nyatanya, darah menetes ke seprai dan mengenai baju. “Jadi darahnya langsung jatuh ke bawah,” katanya. Artinya, ia melanjutkan, korban dalam posisi duduk saat kejadian.

Dari olah TKP jilid dua itu, polisi menemukan sebilah pisau di bawah kasur. Setelah diperiksa, hanya ada sidik jari Sum di sana. “Tidak ada korelasi antara pengakuan korban dan alat bukti yang kami miliki,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait