Setelah Artis, Perancang Busana Senior Adjie Notonegoro Datangi Polda Jatim

Chandra Iswinarno
Setelah Artis, Perancang Busana Senior Adjie Notonegoro Datangi Polda Jatim
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Gidion Arif Setyawan. (Suara.com/Achmad Ali)

Adjie Notonegoro memenuhi panggilan Polda Jatim terkait kasus investasi bodong MeMiles.

SuaraJatim.id - Kasus dugaan investasi bodong MeMiles yang kini sedang dalam penyelidikan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus memanggil beberapa artis dan selebritas tanah air.

Kali ini Polda Jatim didatangi perancang busana kenamaan, Adjie Notonegoro untuk memenuhi panggilan penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim pada Rabu (22/1/2020).

Adjie tiba di Polda Jatim sekira pukul 09.00 WIB didampingi pengacaranya, Robert Simanungsong. Sesampainya di Markas Polda Jatim, Aji langsung menuju ruang pemeriksaan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan kedatangan Adjie Notonegoro.

"Iya sudah datang tuh," katanya.

Selain Adjie Notonegoro, lanjut Gidion, selebritas lain yang mengonfirmasi kedatangannya di Mapolda Jatim pada hari ini, yakni, penyanyi Tata Janeta (TJ) dan cucu Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto (AHS) atau Ari Sigit beserta istrinya.

"Nanti juga ada dua publik figur lagi yang sudah konfirmasi datang, TJ sama AHS," ujarnya.

Sebelumnya, dua artis yang telah menjalani pemeriksaan dalam kasus serupa, yaitu Eka Deli Mardiyana dan Marcello Tahitoe alias Ello.

Sementara dalam agenda pemeriksaan pekan ini, dipanggil pula untuk diperiksa pekan ini, yaitu Adjie Notonegoro dan Judika. Figur publik lainnya yang dipanggil, yakni tiga anggota keluarga Cendana berinisial AHS, FFC, dan IAR.

Untuk diketahui, Ditreskrimsus Polda Jatim telah menetapkan lima tersangka dalam kasus investasi ilegal MeMiles. Mereka adalah KTM (47), Warga Jalan Kintamani Raya Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kemudian, FS (52), warga Gang Masjid Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Selain itu, Eva yang berperan sebagai motivator, koordinator artis dan satu lagi PH yang berperan sebagai IT dan terbaru berinisial W yang berperan sebagai pengatur reward.

Hanya dalam jangka waktu delapan bulan, aplikasi yang dinaungi PT Kam And Kam itu berhasil meraup uang dari korban sebesar Rp 750 miliar. Namun polisi baru mengamankan uang tunai Rp 128 miliar, puluhan unit mobil, dan aneka barang lainnya.

Kontributor : Achmad Ali

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS