Indeks Terpopuler News Lifestyle

Puluhan Remaja Kota Malang Asyik Nongkrong di Kafe, 6 Orang Reaktif

Bangun Santoso Jum'at, 05 Juni 2020 | 08:29 WIB

Puluhan Remaja Kota Malang Asyik Nongkrong di Kafe, 6 Orang Reaktif
Rapid test secara acak pada puluhan remaja di Kota Malang. (Foto: via Beritajatim.com)

Dari 86 orang yang di-rapid test secara acak, terdapat 6 orang yang hasilnya dinyatakan reaktif

SuaraJatim.id - Forkopimda Kota Malang kembali menggelar operasi gabungan dengan menyasar kafe atau warung kopi di kawasan Sudimoro, Kota Malang pada Kamis (4/6/2020) malam.

Wali Kota Malang, Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata dan Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tommy Anderson memimpin operasi gabungan ini.

“Saat ini kita sedang memasuki masa transisi pasca-PSBB dan menuju ke arah hidup dengan tatanan baru atau new normal. Sehingga kami berharap selepas PSBB masyarakat masih terus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin,” ujar Sutiaji sebagaimana dilansir Beritajatim.com.

Selain melakukan operasi gabungan, Forkompimda Kota Malang juga membawa alat rapid test untuk dilakukan pemeriksaan kepada remaja atau warga yang sedang nongkrong di kawasan ini.

Dari 86 orang yang di-rapid test secara acak, terdapat 6 orang yang hasilnya dinyatakan reaktif. Pemkot Malang mewajibkan mereka untuk melakukan karantina mandiri.

“Kami memberikan pilihan untuk melakukan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat. Apabila dinyatakan tidak disiplin atau tidak mampu melaksanakan karantina secara ketat maka mereka akan kami masukkan ke rumah isolasi yang telah kami sediakan,” kata Sutiaji.

Selain melakukan rapid test, kafe tempat nongkrong juga mendapat sanksi dari Pemkot Malang. Kafe tersebut akan ditutup selama 3 hari mendatang untuk selanjutnya disemprot desinfektan dan diberikan masa tenang.

“Ke depan, kafe ini diperbolehkan buka kembali, namun harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, para pegawainya pun diwajibkan untuk menggunakan masker, sarung tangan dan face shield,” ucap Sutiaji.

Kapolresta Malang Kota, Leonardus mengatakan, bahwa baik pengusaha kafe maupun pengunjungnya harus terus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin serta tetap melakukan physical distancing.

“Masyarakat cenderung tidak perduli dengan keadaan yang ada, hal itu nampak bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker padahal kita masih pada masa transisi menuju masa new normal,” ujar Leonardus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait