"Kita jelaskan, di mediasi itu, Alhamdulillah berhasil. Sehingga keluarga itu berkenan jenazah di makamkan ke TPU Keputih. Awalnya mereka pingin dimakamkan di sekitar Pegirian karena mungkin ya mau bersebelahan dengan makam keluarga yang lain," jelasnya.
Pakai Peti
Rupanya setibanya di tempat pemakaman, keluarga sempat melakukan penolakan kembali. Mereka meminta jenazah dimakamkan tanpa menggunakan peti.
"Saya dapat informasi emang sempat ramai kembali, ya mau gimana lagi karena massa yang banyak tadi akhirnya jenazah dimakamkan atas permintaan keluarga. Tapi setidaknya sudah menggunakan protokol kesehatan," tuturnya.
Baca Juga:Jadi Foto Paling Sedih, Pemuda Makamkan Sendiri Ayah Wafat karena Corona
Sementara itu, mengenai kondisi keluarga yang sudah terlanjur kontak dengan pasien, Menik mengatakan bahwa sebagian keluarga sudah melakukan rapid test. Sisanya masih belum bisa karena alasan sibuk dengan pekerjaan.
"Dari 5 anak pasien, baru dua orang yang bersedia melakukan rapid. Sementara yang lainnya masih belum. Tapi kami akan terus membujuk dan mengupayakan mereka untuk bisa rapid ya," kata dia.
"Tapi Alhamdulillah dua anaknya yang kemarin ikut rapid test massal di Ampel hasilnya dua-duanya negatif atau non reaktif," tambahnya.
Manik juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemadam Kebakaran setempat untuk melakukan penyemprortan di sekitar kawasan tempat tinggal pasien yang positif tersebut guna mencegah penyebaran.
"Insyaallah besok Senin tanggal 8 Juni ya akan di semprot disinfektan di kawasan Pegirian itu, kami sudah koordinasi dengan PMK setempat," pungkasnya.
Baca Juga:15 Anggota Polri di Papua Kena Corona, Satu Orang Meninggal
Kontributor : Arry Saputra