Bibir Laut di Gresik Utara Jadi TPA, Warga Keluhkan Bau Busuk

Manager Kampanye Walhi Jatim, Wahyu Eka, menyebutkan pengelolaan di bibir pantau sangat tidak sesuai dengan standar.

Dwi Bowo Raharjo
Senin, 12 Oktober 2020 | 02:10 WIB
Bibir Laut di Gresik Utara Jadi TPA, Warga Keluhkan Bau Busuk
Tempat pembuangan akhri (TPA) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng di bibir lau. (Suaraindonesia/ist)

SuaraJatim.id - Pantai di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik Utara, berubah menjadi tempat pembuangan akhir (TPA). Tumpukan sampah itu kemudian mengeluarkan bau busuk, sehingga membuat warga resah.

Tumpukan sampah di bibir pantai itu menggunung hingga ketinggian sekitar 10 meter. Keberadaan TPA itu sudah ada sejak tujuh tahun lalu.

Ahmad Iftori (56), warga setempat hanya bisa pasrah. Setiap melewati lokasi itu selalu menghirup bau tak sedap. Kebetulan pria penjual makanan mempunyai warung berada di samping TPA.

"Bau sampahnya sangat menyengat. Apalagi saat ada alat berat beraktifitas di dalamnya," ujar Ahmad Iftori seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id - jaringan Suara.com, Minggu (11/10/2020).

Baca Juga:Menyedihkan, Pantai di Gresik Bau Busuk Karena Jadi Tempat Pembuangan Akhir

Dirinya mengaku sangat tertanggu. Sayangnya, dia tidak bisa berbuat banyak.

Terpisah, Manager Kampanye Walhi Jatim, Wahyu Eka, menyebutkan pengelolaan di bibir pantau sangat tidak sesuai dengan standar. Selain itu dianggap menyalahi aturan ruang.

"Pemkab Gresik harus menertibkan. DLH harus bertindak. Warga setempat harus ada pembinaan dan edukasi," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan TPA di bibir laut sangat berpotensi mencemari ekosistem. Sangat berbahaya bagi kelanjutan laut. Karena laut sudah rusak jangan sampai ditambah kerusakannya.

"Gresik lautnya sudah rusak, karena pencemaran industri, masak dirusak lagi," ungkapnya.

Baca Juga:Sekelompok Anak Muda di Togo Ubah Tempat Pembuangan Sampah Jadi Kebun Sayur

Sementara Kepala Desa Campurejo Amudi menuturkan, jika TPA itu awalnya tanah desa. Saat itu terkena abrasi kemudian diuruk atau reklamasi menjadi TPA.

"Itu yang buat kepala desa yang lama. Saya sendiri sebetulnya kurang pas pembuangan sampah di tepi laut," katanya.

Pihaknya berdalih akan menyiapkan tempat untuk merelokasi TPA di desanya yang berada di tepi laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak