facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BEM Unair Sesalkan Cuitan Guru Besarnya, Henry Subiakto Terkait Buruh

Muhammad Taufiq Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:20 WIB

BEM Unair Sesalkan Cuitan Guru Besarnya, Henry Subiakto Terkait Buruh
Kicauan Henry Subiakto soal demonstrasi. (Twitter/@henrysubiakto)

"Saya menangkap ada semacam muatan pendiskreditan. Padahal faktanya tidak sepenuhnya demikian," ujar Muhammad Abdul Chaq.

SuaraJatim.id - Cuitan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Profesor Henry Subiakto di Twitter terkait demo buruh direspons Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

Menteri Koordinator Bidang pergerakan BEM Unair, Muhammad Abdul Chaq, menyesalkan cuitan guru besar almamaternya tersebut. 

Terutama, Chaq menyorot pengkotak-kotakkan antara kaum buruh dan kaum intelektual dalam menjalankan perannya di tengah dinamika sosial politik, seperti ditulis oleh Prof Henry. Menurutnya, sebagai guru besar tak seharusnya mengeluarkan ucapan seperti itu.

"Terkait cuitan Pak Henry Subiakto tersebut, secara pribadi, saya sangat manyayangkan. Sebab ucapan seperti itu seharusnya memang tidak keluar dari pikiran seorang guru besar," ujar Chaq saat dihubungi SuaraJatim.id, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: 7 Bentuk Kekerasan Polisi Saat Demo Omnibus Law di Surabaya Versi KontraS

Ketika Henry secara eksplisit menyinggung tentang buruh, Chaq menilai ada semacam muatan pendiskreditan terhadap kelompok tersebut. Seolah-olah para buruh ketika melakukan aksi dianggap kurang cakap dalam berargumen.

"Saya menangkap ada semacam muatan pendiskreditan. Padahal faktanya tidak sepenuhnya demikian," ujarnya.

Pun ketika Henry menarik kesimpulan mengenai sikap kaum intelektual yang memilih turun ke jalan, ia juga menilai seolah-olah ada dikotomi sangat tajam antara aksi demonstrasi jalanan dan cara protes lewat jalur hukum, judicial review.

"Padahal kalau kita berbicara gerakan, tentu ada banyak sekali metode yang bisa kita jalankan untuk mencapai tujuan. Dan tiap metode tersebut pasti mengandung risiko dan konsekuensinya sendiri," ucapnya.

Seharusnya, lanjut Chaq, Henry yang merupakan seorang intelektual bukan hanya memilih satu diantara sekian metode lalu menegasikan metode-metode lainnya.

Baca Juga: BEM Unair Siap Fasilitasi Debat Henry Subiakto vs Airlangga Pribadi

"Melainkan bisa mempertimbangkan semua dan mengusahakan agar seluruh metode tersebut bisa dijalankan dan membuahkan hasil maksimal," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait