alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DPRD DKI Bertemu Risma, DPRD Surabaya: Kota Banjir Belajar ke Kota Banjir?

Muhammad Taufiq Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:00 WIB

DPRD DKI Bertemu Risma, DPRD Surabaya: Kota Banjir Belajar ke Kota Banjir?
Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta saat bertemu dengan Walikota Risma (Foto: Dimas Angga)

"Jadi penanganan yang dilakukan Bu Risma, itu mengubah diksi banjir jadi genangan air," kata Toni.

SuaraJatim.id - Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni, mengaku bangga kalau benar Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta minta saran ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini soal penanganan banjir itu murni karena penilaian kompetensi.

"Kalau murni kompetensi, sebagai warga Surabaya Saya bangga," katanya saat dihubungi SuaraJatim, Jumat (23/10/2020) sore.

Namun demikian, Ia mempertanyakan kenapa kota banjir (DKI Jakarta) belajar ke Surabaya yang juga kota banjir? Sebab sampai sekarang di Surabaya juga masih sering terjadi banjir.

"Kota banjir kok belajar ke kota banjir. Jadi menurut saya, penanganan yang dilakukan Bu Risma, itu mengubah diksi banjir jadi genangan air. Jadi mungkin Pansus DPRD DKI itu ingin belajar mengubah diksi banjir menjadi genangan," katanya.

Ia melanjutkan, "Jadi kalau memang seperti itu, Bu Risma itu memang handal mengubah diksi itu, dari banjir menjadi genangan."

Sebelumnya, Pansus Banjir DPRD DKI meminta saran kepada Wali Kota Risma bagaimana menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Salah satu anggota Pansus, Wa Ode Herlina, mengeluhkan bagaimana ruwetnya menangani banjir di DKI Jakarta.

Oleh sebab itu Ia meminta Risma untuk memberikan saran supaya DKI Jakarta bisa mengatasi banjir yang seakan tidak bisa ditangani oleh Anies Baswedan dan jajarannya.

"Kami Pansus Banjir punya kesungguhan untuk menyelesaikan banjir di Jakarta. Ibu saran apa sih yang bisa dilakukan di Jakarta? Mungkin ada saran apa supaya ada kerja nyata dari kami dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta?" tanya Wa Ode Herlina.

Mendengar pertanyaan tersebut, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini tampak berhati-hati memberikan sarannya pada Pansus yang datang ke kantornya.

"Kalau saran ini, karena saya diminta lho ya, nanti saya salah lagi," ujarnya di hadapan para tamunya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait