alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jalan Raya Porong, Dekat Lumpur Lapindo Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Muhammad Taufiq Senin, 18 Januari 2021 | 13:59 WIB

Jalan Raya Porong, Dekat Lumpur Lapindo Terendam Banjir Setinggi 1 Meter
Seorang warga menyeberangi jalan yang terendam banjir yang siang ini mulai surut [Foto: Antara]

Akses Jalan Raya Porong Sidoarjo lumpuh setelah terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter.

SuaraJatim.id - Akses Jalan Raya Porong Sidoarjo lumpuh setelah terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter. Ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (17/01/2021) malam.

Banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Ketapang yang ada di sisi utara tanggul penahan Lumpur Lapindo. Banjir sendiri terjadi sejak Minggu malam sampai Senin (18/01/2021) siang ini.

"Ketinggian air sekitar satu meter. Selain curah hujan, banjir juga disebabkan luapan Sungai Ketapang yang ada di sisi utara tanggul penahan lumpur Lapindo," kata M Arif, seperti dikutip dari Antara, Senin (18/01/2021).

Arif menjelaskan, akses jalan yang terendam banjir ini sepanjang 500 meter atau setengah kilometer. Akses ini menghubungkan antara Pasuruan-Sidoarjo-Surabaya.

"Kalau pun ada kendaraan yang nekad melintas akan mogok, karena mesin kemasukan air. Namun, ada juga pengendara khusus roda dua yang nekad naik ke atas tanggul untuk menghindari banjir," katanya.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Wikha Ardilestanto mengatakan keadaan ini membuat petugas menutup jalan nasional itu dari dua arah.

"Dari arah utara, kami menutup jalan Bundaran Ketapang. Sedangkan dari selatan di pertigaan Pusdik. Arus kendaraan kami alihkan ke Jalan Arteri Baru Porong," tuturnya.

Banjir yang terjadi di Jalan Raya Porong ini sudah menjadi langganan setiap kali musim hujan. Untuk mengantisipasi, petugas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) telah menyiagakan pompa untuk mengalirkan air dari Jalan Raya Porong menuju kolam penampungan lumpur Lapindo.

Banjir yang terjadi di wilayah itu juga didukung adanya penurunan tanah akibat semburan lumpur Lapindo.

Beberapa kali dilakukan perbaikan dan peninggian jalan, namun hasilnya masih terjadi banjir setiap tahun. Dua saluran air yang ada di sisi kanan dan kiri jalan masih belum mampu mengalirkan air banjir itu.

Baca Juga: Jambret Cemen, Gagal Gondol HP Bocah hingga Dipukuli Warga

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait