alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bangkalan-Sidoarjo Zona Merah, Surabaya Tutup Waru Tapi Suramadu Tidak, Respons Warga Beda

Muhammad Taufiq Jum'at, 09 Juli 2021 | 10:04 WIB

Bangkalan-Sidoarjo Zona Merah, Surabaya Tutup Waru Tapi Suramadu Tidak, Respons Warga Beda
Akses masuk Kota Surabaya ditutup total [Suara.com/Achmad Ali]

Dua daerah yang menggapit Kota Surabaya sama-sama berstatus zona merah (rawan penyebaran Covid-19). Kabupaten Sidoarjo di sisi selatan dan Bangkalan Madura di sisi Utara.

SuaraJatim.id - Dua daerah yang menggapit Kota Surabaya sama-sama berstatus zona merah (rawan penyebaran Covid-19). Kabupaten Sidoarjo di sisi selatan dan Bangkalan Madura di sisi Utara.

Namun penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diimplementasikan dengan penutupan akses masuk Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi itu berbeda. Hingga hari ke-7 penerapan PPKM ini, Surabaya masih menutup diri.

Namun ada yang berbeda sejak beberapa hari terakhir ini. Akses utama masuk Surabaya dari selatan, yakni di kawasan Waru ditutup total. Sementara akses masuk dari Utara, di Jembatan Suramadu, sekarang cukup longgar--tidak ada penyekatan.

Respons warga dari selatan dan utara memang berbeda. Pemkot Surabaya pernah mengetati akses masuk di sisi Suramadu, namun tidak maksimal. Bahkan, penyekatan saat itu cenderung rusuh dan berujung demo gede-gedean warga Madura.

Baca Juga: Tenang, Lur! Pasokan Oksigen di Surabaya Aman, Tapi Harganya Naik

Padahal, bukan hanya Bangkalan yang masuk Zona merah, dua kabupaten lain yakni Sampang dan Pamekasan pun demikian.

Namun di sisi selatan Surabaya friksi tidak begitu nampak. Penutupan secara total di sisi selatan juga berjalan cukup aman, meskipun protes tetap terjadi. Ini bisa jadi karena akses jalan alternatif dari sisi Sidoarjo cukup banyak.

Warga dari selatan masih bisa leluasa masuk Surabaya lewat jalur alternatif, gang-gang kecil (jalur tikus), bahkan ada yang menggunakan jasa perahu tambang untuk masuk ke Surabaya.

Salah satu pengendara motor asal Pondok Jati, Kecamatan Taman, Sidoarjo, bernama Ahmad ini misalnya. Ia mengaku geram, namun tidak bisa berbuat banyak. Warga ini merasa sosialisasi kurang dan penutupan total terkesan mendadak.

Menurutnya, hal tersebut justru menghambat mobilitas masyarakat yang sedang melakukan perjalanan antar kota dengan suatu kepentingan tertentu.

Baca Juga: Surabaya Ditutup, Warga Berjubel Pakai Perahu Tambang Hindari PPKM Darurat

"Saya mau kerja, sebelumnya tidak ditutup, lah ini tadi kok tahu-tahu ditutup. Pastinya saya kecewa, nggak ada pemberitahuan juga sebelumnya," kata Ahmad, Rabu (07/07/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait