Cerita Pedagang Mainan Anak Meraup Cuan di Tengah PPKM Darurat

Rusdi menceritakan, dalam bekerja dirinya tidak ada kata putus asa.

Eko Faizin
Minggu, 11 Juli 2021 | 13:43 WIB
Cerita Pedagang Mainan Anak Meraup Cuan di Tengah PPKM Darurat
Pedagang mainan anak di Surabaya di tengah penerapan PPKM Darurat. [Suara.com/Achmad Ali]

Rusdi menceritakan, dalam bekerja dirinya tidak ada kata putus asa. Disiplin waktu menjadi kunci utama untuk dapat mencari pembeli.

Meski sekolah yang jadi sasaran utama penjualan yang saat ini diberlakukan daring, Rusdi terus berusaha mencari celah di perkampungan dimana menjadi pusat berkumpulnya anak-anak.

Memang Rudi harus melebarkan rute dalam berjualan. Biasanya, dirinya hanya mengayuh sepeda bututnya yang dipenuhi dengan mainan di Ibu Kota Provinsi Jatim. Namun sejak pandemi, dia berjulan hingga daerah tetangga, yakni Sidoarjo.

"Saya tidak putus asa karena memang ini pekerjaan saya. Kalau sekolah tutup saya akan masuk kampung yang banyak anak-anak. Kalau perumahan sulit karena banyak yang di portal," ujarnya.

Dalam sehari, bapak satu anak dengan dua cucu itu bisa menjual 10 hingga 15 mainan. Mulai harga termurah Rp 5.000 hingga termahal Rp 35.000 seperti superhero Spiderman dan pelampung renang angsa.

"Sebelum ada corona paling saya bisa jualan 5-10 mainan. Saat ini dagangan saya bisa laku 10-15. Itu pun yang paling laku seperti spidermen dan pelampung renang angsa," bebernya.

Peningkatan penjulan sebenarnya membuat kakek 59 tahun itu heran. Dia bahkan mengira, banyak orangtua yang sengaja membelikan mainan agar anaknya tetap berada di dalam rumah. Apalagi banyak mall dan toko tutup karena aturan PPKM Darurat.

"Saya juga heran. Kondisi seperti ini jualan saya makin laku. Apa memang sengaja dibelikan mainan agar anaknya tetap di rumah," ungkapnya dengan heran.

Wabah Corona yang dikenal dengan sebutan Covid-19 telah menjadi momok bagi masyarakat Indonesia bahkan negara-negara lain di dunia. Di Jatim sendiri, 20 kabupaten/kota dinyatakan zona merah.

Sesuai data yang dirilis media harian Covid-19 dari BNPB maupun Satgas Covid-19 Jatim per tanggal 9 Juli 2021, penambahan kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim sebanyak 2.530 kasus baru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini