alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyekatan Arus Mudik dan 'Toron' Idul Adha di Jatim Sampai Lima Hari ke Depan

Muhammad Taufiq Selasa, 20 Juli 2021 | 10:40 WIB

Penyekatan Arus Mudik dan 'Toron' Idul Adha di Jatim Sampai Lima Hari ke Depan
Penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya [Foto: Antara]

Perayaan Idul Adha bagi sebagian orang di Jawa Timur biasanya juga dimanfaatkan untuk mudik. Misalnya bagi masyarakat Madura yang istilahnya disebut 'Toron'.

SuaraJatim.id - Perayaan Idul Adha bagi sebagian orang di Jawa Timur ( Jatim ) biasanya juga dimanfaatkan untuk mudik. Misalnya bagi masyarakat Madura yang istilahnya disebut 'Toron'.

Meskipun begitu, sebagai antisipasi, polda menyiagakan personelnya di seluruh Jawa Timur. Sejumlah titik perbatasan kota akan dijaga ketat oleh polisi atau dilakukan penyekatan sebab libur Idul Adha juga dimanfaatkan warga--selain Madura--untuk liburan atau pulang kampung.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigadir Jenderal Polisi Slamet Hadi Supraptoyo. Ia menyampaikan pengendalian pemudik Idul Adha tidak hanya digelar di Jembatan Suramadu, melainkan juga di sejumlah titik perbatasan wilayah Jawa Timur lainnya.

"Semua daerah di Jawa Timur juga rawan pemudik. Ini kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan, baik di Kota Surabaya, daerah Mataraman, Madiun dan sekitarnya, termasuk Madura, ketika masyarakatnya tidak taat protokol kesehatan, rawan terpapar COVID-19," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (20/07/2021).

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Diberlakukan Pengendalian Pemudik di Jembatan Suramadu

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama memperkecil tingkat risiko penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Wakapolda Brigjen Pol Slamet menegaskan status pengendalian pemudik Idul Adha yang digelar di sejumlah titik perbatasan wilayah Jawa Timur bisa langsung ditingkatkan menjadi penyekatan jika arus lalu lintas mulai terlihat padat.

Dia mengatakan, kegiatan pengendalian pemudik Idul Adha 1442 Hijriah dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juli mendatang.

"Tapi sebenarnya bukan soal sampai kapan kegiatan pengendalian pemudik ini digelar, melainkan intinya adalah masyarakat harus taat protokol kesehatan untuk pencegahan penularan COVID-19," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Elestianto Dardak memastikan ada pengendalian pemudik di Jembatan Suramadu sisi Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di wilayah setempat.

Baca Juga: Kepala Daerah di Jatim Ramai-ramai Sumbangkan Gaji Buat Warga: Rekening Sampai Habis..

"Tidak ada penyekatan bukan berarti tidak ada pengendalian bagi pemudik yang ingin merayakan Idul Adha di kampung halaman. Kita lihat masih ada petugas yang dari kemarin bertugas dan ada yang diputar balik karena tidak memenuhi syarat perjalanan," ujarnya di Surabaya, Senin (19/7) malam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait