alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Sebut 97 Persen Pasien Covid-19 di Situbondo Meninggal Belum Divaksin

Dwi Bowo Raharjo Selasa, 27 Juli 2021 | 02:10 WIB

Bupati Sebut 97 Persen Pasien Covid-19 di Situbondo Meninggal Belum Divaksin
Bupati Situbondo Karna Suswandi didamping Wabup Khoirani secara simbolis menyerahkan bantuan beras konpensasi PPKM dari Kemensos di Pendopo Kabupaten Situbondo. Rabu (21/7/2021) ANTARA/Novi H

Suswandi mengatakan vaksin penting.

SuaraJatim.id - Bupati Situbondo, Jawa Timur, Karna Suswandi, menyebut 97 persen pasien meninggal dunia karena Covid-19 di wilayahnya  karena belum divaksin.

Suswandi mengatakan vaksin penting. Untuk itu masyarakat yang belum disuntik vaksin untuk mau mengikuti anjuran pemerintah.

"Vaksinasi penting membentuk kekebalan bersama (herd immunity). Karena angka meninggal pasien positif lebih banyak yang belum divaksin," kata Suswandi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMA Negeri 2 Situbondo, Senin (26/7/2021).

Berdasarkan data satgas Covid-19 setempat hingga Minggu (25/7), jumlah kasus meninggal dunia akibat infeksi virus corona jenis baru penyebab COVUD-19 mencapai 548 orang.

Baca Juga: 5 Orangtua Artis Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Covid-19, Terbaru Amanda Manopo

Untuk kasus aktif atau dalam perawatan sebanyak 622 pasien. Dari 548 orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia itu, sebanyak 97 persennya belum divaksin.

Dengan demikian, kata dia, risiko meninggal dunia setelah disuntik vaksin lebih kecil dibanding tidak divaksin.

Sementara itu dengan pencanangan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar SMP, SMA dan sederajat pada Senin (26/7) ini, para siswa ini diharaplan menjadi pelopor untuk menyukseskan program vaksinasi kepada masyarakat.

"Pelajar ini adalah pioner bangsa, kami berharap mereka mampu memberikan pemahaman dan menyosialisasikan kepada keluarga dan di lingkungannya bahwa vaksin penting untuk menjaga imunitas masyarakat di masa pandemi ini," kata Bung Karna, sapaan Bupati Karna Suswandi.

Salah seorang siswa, Angga Dwi K, mengaku senang bisa memperoleh vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

Baca Juga: Amanda Manopo ke Mendiang Ibu: Mami Nggak Perlu Mikirin Aku di Dunia

"Tidak takut sih waktu disuntik. Hanya terasa seperti digigit semut saat disuntik tadi. Tentu dengan vaksin ini saya lebih percaya diri karena akan lebih sehat," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait