SuaraJatim.id - Qunut Subuh banyak dilakukan ummat Islam di Indonesia, terutama yang bermazhab Syafii. Ini juga terjadi secara umum dan luas di kawasan Asia Tenggara.
Meskipun begitu, menyangkut Qunut ini memang ada sejumlah perbedaan di antara imam 4 mazhab ilmu fiqih utama di kalangan Muslim, yakni Imam Syafii, Hambali, Maliki, dan Hambali.
Namun dalam artikel ini tidak akan detail mengulas perbedaan 4 mazhab itu. Pada kenyataannya, banyak ummat Islam di Insonesia bermazhab Imam Syafii yang mensunnahkan berqunut dalam salat Subuh.
Seperti dikutip dari nu.or.id, untuk tata cara Qunut Subuh sendiri dibacasetelah ruku dan usai membaca i’tidal dalam rakaat kedua.
Baca Juga:Catat! Berikut Doa Qunut Lengkap, Bacaan Latin dan Artinya
Di antara bacaan qunut yang biasa ditradisikan, adalah berasal dari riwayat Sayyidina Hasan ibn Ali ibn Abi Thalib, sebagaimana terdapat antara lain dalam Sunan An-Nasai, Sunan Abi Daud, Sunan at-Tirmidzi, dan Sunan Ibn Majah.
Qunut ini memang tidak terikat harus dengan satu versi bacaan. Nyatanya, Umar bin Khatab juga punya bacaan qunut tersendiri yang berbeda dengan riwayat Sayyidina Hasan.
Dengan demikian, saat berqunut sudah cukup menggunakan kalimat-kalimat yang mengandung doa, sanjungan atau pujian kepada Allah, dan dianjurkan menambahkan shalawat menurut mayoritas ulama.
Bacaan qunut yang ditradisikan kaum muslimin di Indonesia terdiri dari tiga bagian, yaitu doa, pujian, dan shalawat, sebagai berikut:
Doa; "Allahummahdina (ni) fiiman hadait, waafina (ni) fiiman afait, watawallana (ni) fiiman tawallait, wabaariklana (ni) fiima a'thoit, wakina (ni) syarroma khodloit"
Baca Juga:Bacaan Doa Qunut untuk Sholat Subuh, Bagaimana Jika Tidak Hafal?
Artinya: Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan kesehatan sebagaimana orang-orang yang Engkau lindungi kesehatan. Sayangilah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Jauhkanlah kami dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan.