alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Libatkan BPBD Sampai Dukun, Tapi Sri yang Hilang di Hutan Ponorogo Tetap Tak Ketemu

Muhammad Taufiq Selasa, 05 Oktober 2021 | 17:29 WIB

Libatkan BPBD Sampai Dukun, Tapi Sri yang Hilang di Hutan Ponorogo Tetap Tak Ketemu
Pencarian warga yang hilang di hutan Ponorogo [Foto: Beritajatim]

Sampai sekarang keberadaan Sri Mulyati (37) masih belum ditemukan sejak terpantau terakhir hilang di Hutan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.

SuaraJatim.id - Sampai sekarang keberadaan Sri Mulyati (37) masih belum ditemukan sejak terpantau terakhir hilang di Hutan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.

Sampai akhirnya Operasi SAR (Opsar) pencarian Sri dihentikan. Keputusan itu diambil setelah tidak ada tanda-tanda penemuan selama lebih dari sepekan pencarian tersebut.

Pencarian bahkan tidak hanya melibatkan BPBD Ponorogo, tapi sampai berkoordinasi dengan Basarnas Trenggalek. Pencarian juga bahkan melibatkan seorang paranormal.

"Pencarian bu Sri Mulyati akhirnya hentikan, sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas Trenggalek terkait opsar ini," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Paranormal Turun Tangan Cari Sri yang Hilang di Hutan Ponorogo

Pertimbangan penghentian itu, kata Budi sapaan akrab Setyo Budiono karena bu Sri sudah meninggalkan rumah sejak tanggal 20 September 2021. Artinya, pihak keluarga baru meminta bantuan dan lapor ke pihak kepolisian saat sudah hilang kira-kira 10 hari.

Selain itu, lokasi pencarian yang berupa hutan juga luas sekali. Sehingga sulit untuk menemukan. Pencarian terakhir itu, pihaknya meningkatkan radius dari 7 hingga 10 kilometer dari titik warga melihat terakhir bu Sri, yakni di dekat hutan Desa Gedungbanteng.

"Hutan itu luas sekali, relawan bahkan sampai hutan di wilayah Magetan, tetapi nihil," ungkapnya.

Para relawan sempat menemukan bungkusan kresek. Bungkusan itu berisi baju dan celana. Mereka mengira itu milik korban. Namun, setelah dikonfirmasi kepada suaminya, ternyata bukan milik Sri Mulyati.

"Relawan sempat menemukan bungkusan baju, tetapi ternyata bukan milik korban," kata Budi.

Baca Juga: Reog Ponorogo Diusulkan Sebagai Warisan Dunia ke UNESCO, Semoga 2023 Terwujud

Saat ini, yang dilakukan oleh BPBD Ponorogo menginformasikan kehilangan itu kepada masyarakat sekitar. Yakni dengan menyebarkan pamflet.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait