alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Imbas Pandemi, 15.722 Warga di Situbondo Pengangguran

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:22 WIB

Imbas Pandemi, 15.722 Warga di Situbondo Pengangguran
ilustrasi pengangguran, pencari kerja. [Envato Elements]

Kabupaten Situbondo, Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja mencatat 15.722 orang jumlah pengangguran

SuaraJatim.id - Kabupaten Situbondo, Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja mencatat 15.722 orang jumlah pengangguran, atau 5,83 persen dari angkatan kerja tahun 2020 sebanyak 269.461 orang.

"Pandemi COVID-19 ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap meningkatnya jumlah pengangguran," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo Didik Sulistiyono di Situbondo mengutip Antara, Sabtu (16/10/2021).

Berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2020. Angka pengangguran di Situbondo selama kurun waktu 5 tahun (yakni 2015-2020) mengalami fluktuasi.

Pada 2015, angka pengangguran terbuka sebanyak 13.013 orang atau 3,57 persen dari jumlah angkatan kerja. 2017 menurun menjadi 5.723 atau 1,49 persen. 2018 naik menjadi 7.359 atau 1,85 persen. 2019 melonjak di angka 11.148 atau 2,82 persen.

Baca Juga: Pengangguran, Ariel NOAH Ngaku Sempat Jadi Tukang

Dan pada 2020 angka pengangguran naik tajam karena dampak pandemi COVID-19, mencapai 15.722 atau 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja.

Didik melanjutkan, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Tenaga Kerja yaitu tentang ketenagakerjaan. Dalam hal ini pihaknya berupaya untuk terus menekan dan mengurangi angka pengangguran.

Untuk mengurangi angka pengangguran, Disnaker setempat juga sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di wilayahnya.

"Alhamdulillah selama ini kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja, salah satunya perusahaan yang bekerja di bidang industri playwood," kata Didik.

Ia mencontohkan, salah satu perusahaan yang berada di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, itu, membutuhkan tenaga kerja sebanyak 300 orang, termasuk juga di beberapa perusahaan lainnya di Situbondo. Perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan Jepang.

Baca Juga: Upaya Menekan Angka Pengangguran, Kemenaker Lakukan Program Pemagangan

"Kalau dengan pemerintah Jepang, khusus untuk lulusan SMA sederajat atau S1. Mereka bisa magang di Jepang. Kalau cocok, kontraknya bisa dilanjut," tutur Didik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait