Permintaan ini tertuang dalam Surat Yusuf ayat 5 yang artinya: "Dia (ayahnya) berkata, Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia."
Pada kenyataannya mimpi ini benar-benar menjadi kenyataan. Namun, bukan sebelas bintang, matahari atau bulan yang tunduk kepadanya. Empat puluh tahun kemudian, Nabi Yusuf mempersilakan kedua orang tuanya untuk menduduki kursi singgasana, sementara sebelas saudaranya ada di hadapannya.
Kebenaran dari cerita yang ada di Surat Yusuf ayah 4, diceritakan dalam Surat Yusuf ayat 100. Yang artinya. "Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata: Wahai ayahku inilah tabir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan".
Demikian pembahasan tentang Surat Yusuf ayat 4, yang terdiri dari tulisan Arab, latin dan tafsir dalam mimpi Nabi Yusuf.
Baca Juga:Sebut Tidak Ada Perintah Salat Lima Waktu di Alquran, MUI Minta ini ke Ade Armando
Kontributor : Lukman Hakim