SuaraJatim.id - Surah As-Sajdah merupakan surat ke 32 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari 30 ayat dan termasuk golongan surat Makiyyah. Diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surat ini terdapat ayat sajadah, yaitu ayat yang kelima belas. Surah As-Sajdah ini merupakan yang terakhir dari kelompok Alif Lam Mim.
Salah satu inti surah ini adalah kebangkitan kembali suatu kaum, yang telah tenggelam di dalam rawa-rawa. Kemudian karena kerendahan akhlak yang dimiliki membuat kaum ini akan diangkat ke puncak kejayaan dengan perantaraan Nabi Muhammad Saw. Kebangkitan satu kaum ini menjadi tanda bahwa hari kiamat atau hari akhir semakin dekat.

Selain itu di dalam surah As-Sajdah, juga menggambarkan peristiwa dahsyat menjelang hari kiamat. Kebangkitan islam, sebagai agama yang banyak diyakini oleh umat manusia di bumi. Orang berbondong-bondong akan memeluk agama islam.
Baca Juga:Isi Kandungan Surah Al-Araf Lengkap dengan Bacaan Latinnya
Agama islam terus mengalami perkembangan. Kekuatannya tumbuh, berkembang, dan meluas. Islam mengalmi kemajuan dan kesejahteraan yang luar biasa selama tiga abad.
Kemajuan kembali Islam akan dimulai dengan kedatangan Isa Almasih kedua yang telah dipercaya kedatangannya di akhir zaman ini.
Kemudian, Islam mulai mengalami kemunduran sesudah tiga abad pertama masa keunggulan dan kemenangan yang tiada henti-hentinya. Peristiwa kemunduran dan kemerosotannya berlangsung dalam masa seribu tahun berikutnya.
Kandungan Surah As-Sajadah secara umum:
• Aturan mendirikan salat malam (salat tahajud dan witir);
• Menjelaskan tentang proses kejadian manusia di dalam rahim sampai menjadi manusia;
Baca Juga:Makna Surah Ar-Rum Ayat 21: Membangun Keluarga yang Sakinah Mawadah dan Warohmah
• Menjelaskan tentang keadaan orang mukmin di dunia dan nikmat yang mereka peroleh di akhirat;