alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cakupan Vaksinasi Termasuk Terendah di Jatim, Pamekasan Buka 40 Titik Gerai Vaksin

Muhammad Taufiq Rabu, 24 November 2021 | 16:39 WIB

Cakupan Vaksinasi Termasuk Terendah di Jatim, Pamekasan Buka 40 Titik Gerai Vaksin
Ilustrasi vaksinasi lansia. [Dok.ANTARA]

Kabupaten Pamekasan Madura masuk dalam lima kabupaten dan kota di Jawa Timur ( Jatim ) yang cakupan vaksinasinya terendah.

SuaraJatim.id - Kabupaten Pamekasan Madura masuk dalam lima kabupaten dan kota di Jawa Timur ( Jatim ) yang cakupan vaksinasinya terendah.

Selain Pamekasan, daerah lain adalah Bangkalan, Sampang, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Lumajang. Oleh sebab itu, Pamekasan menambah gerai vaksinasi COVID-19 menjadi 40 titik.

Gerai vaksin tersebut untuk mempercepat perluasan cakupan vaksinasi di wilayah itu, karena persentase warga yang divaksin masih rendah, sekitar 30 persen saja dari total warganya.

"Sebanyak 40 gerai vaksin COVID-19 di Pamekasan ini tersebar di 13 kecamatan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr Nanang Suyanto, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Pamekasan Melarang Warganya Merayakan Tahun Baru 2022

Nanang menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi tim Satgas COVID-19 Pemkab Pamekasan pada awal November 2021, persentase cakupan vaksinasi di Kabupaten Pamekasan masih rendah, yakni sekitar 30 persen dari total jumlah penduduk.

Padahal, target persentase minimal yang ditetapkan pemerintah untuk menciptakan kekebalan komunal dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19, adalah 70 persen dari total jumlah penduduk.

"Oleh karena itu, gerai vaksin kami tambah hingga 40 titik, dan penambahan ini tentunya untuk mempermudah warga yang hendak disuntik vaksin," katanya.

Sebelumnya, jumlah gerai vaksin COVID-19 di Kabupaten Pamekasan hanya sebanyak 20 buah. "Dengan tambahan 20 gerai vaksin ini, harapan kami, cakupan vaksinasi bisa lebih luas lagi, dan persentase warga Pamekasan yang divaksin COVID-19 semakin meningkat," katanya.

Nanang menuturkan, salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan, karena banyak warga yang tidak bersedia divaksin dengan alasan karena vaksin COVID-19 yang disuntikkan itu berbahaya.

Baca Juga: RSUD Pamekasan Siapkan Ruang Isolasi, Antisipasi Lonjakan Kasus Penularan COVID-19

"Jadi, kebanyakan warga di sini terpengaruh dengan kabar bohong yang banyak beredar di media sosial," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait