Pisang Kesayangan Nenek di Surabaya Ini Tandanya Memanjang Sampai 2,5 Meter

Ada tandan pisang bercabang, ada pula tandan pisang memanjang. Nah, yang terakhir ini terjadi di pelataran rumah Nenek Sa'diyah di Kota Surabaya Jawa Timur.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 26 November 2021 | 14:03 WIB
Pisang Kesayangan Nenek di Surabaya Ini Tandanya Memanjang Sampai 2,5 Meter
Tandan pisang di Surabaya ini terus memanjang [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Ada tandan pisang bercabang, ada pula tandan pisang memanjang. Nah, yang terakhir ini terjadi di pelataran rumah Nenek Sa'diyah di Kota Surabaya Jawa Timur.

Nenek 76 tahun itu memiliki pohon pisang yang tandannya memanjang hingga 2,5 meter. Biasanya, tandan pisang hanya memanjang antara 60 sampai 100 cm saja.

Pohon pisang ini tumbuh di pelataran rumah nenek Sa'diyah di kawasan Ketintang Baru Gang XVI. Sejak setahun lalu tandan pisang ini terus tumbuh meski buah pisangnya sudah habis.

"Dua meter lebih ini, pernah saya ukur kemarin mendekati 2,5 meter. Setahun yang lalu awalnya kecil, tapi 3-4 bulan belakangan ini terus tumbuh. Padahal buah pisangnya sudah habis," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga:Crazy Rich Surabaya Beri Kado Mobil Mewah di Hari Ulang Tahun Istri

Sa’diyah pun dibuat takjub. Padahal nenek yang memiliki 4 orang cucu ini sempat diminta memotong jantung/ ontong dari buah pohon pisang tersebut untuk dimasak. Namun dia enggan memotong sampai akhirnya terus tumbuh.

"Dulu setelah berbuah pisang, ontongnya mau diambil tetangga untuk dimasak tapi sama saya jangan dulu, nanti saja. Nggak tahunya terus tumbuh memanjang. Di tandannya ini juga muncul buah pisang kecil-kecil," katanya.

Sa’diyah merupakan sosok orang lawas di kampungnya. Dia menempati kawasan Ketintang Baru Gang XVI sejak tahun 70’an. Dia lebih akrab disapa Bu Joko oleh warga sekitar. Kini Sa’diyah tinggal bersama anak perempuannya dan dua orang cucu laki-laki yang beranjak SMA.

Dia bercerita, pohon pisang di halaman tengah rumahnya itu ditanam oleh almarhum suaminya, Pak Joko. Dahulu, tidak ada pohon pisang. Kemudian kian tumbuh puluhan dan sebagian sudah dipotong olehnya.

"Saya sayang sama pohon pisang ini. Dulu masih ingat sama suami nanamnya. Supaya rumah lebih teduh dan sejuk. Daunnya juga dapat dimanfaatkan, kadang ada tetangga yang minta saya kasih," kenang nenek kelahiran Agustus 1945 ini.

Baca Juga:Info Vaksin Surabaya Jumat 26 November 2021, Puskesmas Wonokromo Pakai Vaksin AstraZeneca

Rencananya, Sa’diyah membiarkan pohon pisang tersebut untuk terus di sana. Belum mau dipotong kendati pohonnya sudah nampak miring.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini