alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bacaan Surah Al Lail, Surah Tentang Golongan yang Beruntung dan yang Merugi

Risna Halidi Jum'at, 26 November 2021 | 16:03 WIB

Bacaan Surah Al Lail, Surah Tentang Golongan yang Beruntung dan yang Merugi
Ilustrasi Membaca Alquran Surah Al Lail. (Pexels)

Surah Al Lail tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

SuaraJatim.id - Surah Al Lail merupakan surah ke-92 dalam kitab suci Alquran. Surah al Lail berisi 21 ayat. Surah Al-Lail senduri berbicara mengenai bagaimana menyikapi kehidupan manusia yang alami seperti harta dan kenikmatan yang mengarahkan manusia pada dua golongan berbeda, yaitu, golongan yang beruntung atau golongan merugi.

Surah Al Lail tergolong surah Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Untuk diketahui, Surah ini diturunkan setelah surah Al Ala.

Dinamakan surah Al Lail karena diambil dari bunyi ayat pertama dalam surah ini yaitu Al Lail. Surah Al Lail turun dilatarbelakangai oleh suatu hal, asbabun nuzul ini dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Hatim, Al Hakim dan Al Bazzar.

Ibnu Hatim menyebutkan surat Al Lail turun berkenaan dengan pemilik pohon kurma yang bakhil. Berikut ini bacaan dan penjelasan tentang surah Al Lail yang penting untuk dipahami.

Baca Juga: Surah An Nahl, Punya Manfaat untuk Terhindar dari Hutang hingga Kesulitan Hidup

Ilustrasi alquran, doa, dzikir, islam, sholat, salat (Elemen Envato)
Ilustrasi alquran membaca surag Al Lail  (Elemen Envato)

Bacaan Surah Al Lail

1. wal-lailil iza yagsya
Artinya : Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)

2. wan-nahari iza tajalla
Artinya : Demi siang apabila terang benderang

3. wa ma khalaqaz-zakara wal-unsa
Artinya : Demi penciptaan laki-laki dan perempuan

4. inna sa’yakum lasyatta
Artinya : Sungguh, usahamu memang beraneka macam

Baca Juga: Viral, Perempuan Bersumpah Sambil Injak Alquran Diduga Dituduh Soal Perselingkuhan

5. fa amma man a’ta wattaqa
Artinya : Maka barang siapa memberikan (hartanya dijalan Allah) dan bertakwa

6. wa saddaqa bil-husna
Artinya : Dan membenarkan (Adanya Pahala) yang terbaik (Surga)

7. fa sanuyassiruhu lil-yusra
Artinya : Maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (Kebahagiaan)

8. wa amma mam bakhila wastagna
Artinya : Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya dukup (tidak perlu pertolongan Allah)

9. wa kazzaba bil-husna
Artinya : Serta mendustakan (Pahala) yang terbaik

10. fa sanuyassiruhu lil-usra
Artinya : Maka akan kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)

11. wa ma yugni ‘an-hu mauluhu iza taradda
Artinya : Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa

12. inna ‘alaina lal-huda
Artinya : Sesungguhnya Kamilah yang member petunjuk

13. wa inna lana lal-akhirata wal-ula
Artinya : Dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu

14. fa anzartukum naran talazza
Artinya : Maka Aku memperingatkan Kamu dengan neraka yang menyala-nyala

15. La yaslaha illal-asyaqa
Artinya : yang hanya memasuki oleh orang yang paling celaka

16. allazi kazzaba wa tawalla
Artinya : yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)

17. wa sayujannabuhal-atqa
Artinya : Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa

18. allazi yu ‘ti malahu yatazakka
Artinya : yang menginfakkan hartanya (dijalan Allah) utuk membersihkan (dirinya)

19. wa ma li ahadin ‘indahu min ni’matin tujza
Artinya : Dan tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya

20. illabtiga’a waj-hi rabbihil-a’la
Artinya : tetapi (dia memberikan itu semakat0mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi

21. wa lasufa yarda
Artinya : Dan niscaya kela dia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna)

Sebab Turunnya Surah Al Lail
Ada beberapa riwayat yang memberikan sebab-sebab turunnya surah Al Lail, diantaranya dari Ibnu Hatim, Al-Hakim, dan Al-Bazzar.

Bacaan Surah Al Lail, Surah Tentang Golongan yang Beruntung dan yang Merugi - 2
Ilustrasi Alquran membaca Surah Al Lail

Dalam riwayat Ibnu Hatim dikatakan bahwa surah Al Lail turun berkenaan pemilik pohon kurma yang bakhil. Diceritakan bahwa pohon kurma tersebut memiliki pohon yang mayangnya menjulur hingga ke rumah tetangganya yang fakir dan memiliki banyak anak.

Setiap berbuah, ia pasti memetiknya dari rumah tetangganya, namun bila kurma tersebut jatuh dan dipunguti oleh anak-anak tetangganya yang fakir, ia segera merampasnya.

Bahkan yang sudah masuk ke mulut anak-anak itu juga dipaksa dikeluarkannya. Kemudian, orang fakir itu mengadukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW yang berjanji akan menyelesaikan masalahnya.

Nabi Muhammad kemudian bertemu dengan pemilik pohon Kurma dan bersabda,”Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Anu, dan bagianmu sebagai gantinya pohon kurma di Surga.

"Pemilik pohon kurma itu berkata, “Hanya sekian tawaran tuan? Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya. “Kemudian pemilik pohon kurma itu pergi.

Pembicaraan itu didengar seorang dermawan yang langsung datang kepada Nabi dan berkata, "Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadi milikku?”

Nabi menjawab ”Ya.” Orang itu  kemudian menemui pemilik pohon kurma. Pemilik pohon kurma itu berkata,

"Apakah engkau tahu bahwa Muhammad SAW menjanjinkan pohon kurma di Surga sebagai pengganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Dan Bahwa aku telah mencatat tawarannya, akan tetapi buahnya sangat mengagumkan, padahal aku banyak mempunyai pohon kurma, dan tidak satupun pohon yang selebat itu.

Orang dermawan itu berkata "Apakah kau mau menjualnya.”ia menjawab,”Tidak,kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak aka nada yang sanggup,"

Dermawan itu berkata lagi,”Beberapa yang engkai inginkan?”ia berkata,”Aku inginkan empat puluh pohon kurma.”Ia pun terdiam kemudian berkata lagi.”Engkau minta yang bukan-bukan, baik aku berikan 40 pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar mau menukarnya.”

Ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu. Dermawan itu pun menghadap kepada Nabi dan berkata,”Ya Rasulullah Pohon kurma itu telah menjadi milikku dan akan aku serahkan kepada tuan.”

Nabi Muhammad kemudian menemui fakir itu,”Ambilah pohon kurma ini untukmu dan keluargamu.” Kemudian turun seluruh surah Al-Lail yang membedakan kedudukan dan akibat orang yang bakhil dengan orang dermawan.

Riwayat lain menyebutkan, bahwa sebagian besar isi Surah Al Lail turun berkenaan kedermawanan Abu Bakar.

Al-Hakim menyebutkan bahwa ayat 5 hingga ayat terakhir surah ini turun berkenaan dengan kedermawaan Abu Bakar yang memerdekakan hamba-hamba yang lemah.

Sementara riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Urwah menyebutkan Abu Bakar telah memerdekakan 7 hamba-hamba yang disiksa majikannya karena beriman kepada Allah, sehingga turun ayat 17 hingga 21 surah ini berkenaan kedermawaannya.

Riwayat lain juga menyebutkan bahwa ayat 19 hingga 21 surah ini turun berkenaan dengan kedermawaan Abu Bakar.

Kandungan Surah Al Lail

  • Usaha manusia berlainan, Karena itu balasannya berlainan juga
  • Orang yang berderma dan bertakwa akan dimudahkan oleh Allah dalam melakukan kebaikan yang membawanya kepada kebahagiaan akhirat
  • Sedangkan orang yang dimudahkan oleh Allah melakukan kejahatan-kejahatan membawa kesengsaraan di akhirat, maka harta benda tidak akan member manfaat apapun kepadanya.
  • Orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.
    Keutamaan Dan Manfaat Surah Al Lail
  • Surah Al Lail termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dibandingkan dengan Nabi-Nabi pendahulunya.
  • Apapun yang ada pada dirinya akan bersaksi untuknya di hari kiamat, dan ia akan masuk surge lewat pintu manapun yang ia kehendaki.
  • Dihilangkan kesulitannya, diberi kemudahan, dan diberi kekayaan. Membacanya dalam sholat Isya, ibarat membaca seperempat dari Alquran.

Itulah tadi bacaan dan penjelasan tentang surah Al Lail, yang penting untuk dipahami.

Kontributor : Raditya Hermansyah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait