facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Curhat Rumahnya Rusak, Presiden Jokowi: Nggih, Rumahnya, Jembatannya Diperbaiki

Muhammad Taufiq Selasa, 07 Desember 2021 | 15:12 WIB

Warga Curhat Rumahnya Rusak, Presiden Jokowi: Nggih, Rumahnya, Jembatannya Diperbaiki
Presiden Jokowi bertemu korban letusan Gunung Semeru [Foto: Antara]

Hari ini Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bertemu dengan warga korban letusan Gunung Semeru di posko pengungsian lapangan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang.

SuaraJatim.id - Hari ini Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bertemu dengan warga korban letusan Gunung Semeru di posko pengungsian lapangan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang Jawa Timur ( Jatim ).

Di sana, presiden menampung curhatan warga terdampak. Seorang warga bercerita sampai saat ini masih mencari beberapa keluarganya yang hilang akibat amuk lahar Semeru tersebut.

Kepada Presiden, mereka juga meminta agar infrastruktur yang hancur bisa segera diperbaiki, mulai rumah, jalan dan jembatan.

Presiden pun menyanggupi akan segera membangun dan memperbaiki rumah-rumah warga terdampak berikut fasilitas publik lainnya seperti jembatan.

Baca Juga: Jokowi Kunjungi Korban Erupsi Semeru; Saya Ingin Pastikan Pengungsi Tertangani Baik

"Nggih, rumahnya, jembatannya cepat kita mulai (diperbaiki)," ujar Presiden Jokowi kepada para warga terdampak tersebut, Selasa (07/12/2021).

Presiden melanjutkan, "Ini Menteri PU sudah saya ajak. Ini baru mengecek semua, nanti segera dikerjakan."

"Terima kasih, Pak," seru warga.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor permukiman, pendidikan, maupun sarana dan prasarana.

Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material. Data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit, dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Korban Gunung Semeru

Sebelumnya, update korban tewas sampai saat ini sudah ditemukan menjadi 28 orang. Penyisiran para korban ini dilakukan di lokasi terdampak bencana kawasan, mulai di kawasan Curah Kobokan. Di sana seorang korban meninggal dunia ditemukan dalam posisi sujud.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait