Gus Yahya: Mandat NU Adalah Mandat Peradaban, Sebuah Mandat Raksasa

Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar gawe akbar Muktamar NU ke-34 selama dua hari dimulai besok Rabu hingga Kamis (22-23 Desember 2021).

Muhammad Taufiq
Selasa, 21 Desember 2021 | 19:02 WIB
Gus Yahya: Mandat NU Adalah Mandat Peradaban, Sebuah Mandat Raksasa
Gus Yahya.[TVNU]

SuaraJatim.id - Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar gawe akbar Muktamar NU ke-34 selama dua hari dimulai besok Rabu hingga Kamis (22-23 Desember 2021).

Salah satu agenda dalam Muktamar adalah pemilihan ketua umum Pengurus Besar NU (PBNU). Salah satu nama yang mencuat sebagai kandidat kuat Ketum PBNU adalah KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Sehari menjelang Muktamar, kakak kandung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut itu bicara panjang lebar soal NU. Menurut dia, NU didirikan membawa mandat peradaban. Oleh sebab itu Ia mengajak Nahdliyin--sebutan bagi warga NU--agar tidak memahami NU hanya sebagai identitas.

Sebab jika hal itu terjadi, maka NU hanya jalan di tempat, dan baru bergerak jika diserang. Tapi tidak ada langkah untuk mengejar suatu tujuan tertentu di masa depan.

Baca Juga:Gus Yahya: NU Terbelah Cebong Kampret di 2019

Ia lantar menceritakan sejarah NU yang berdiri pada 1926 usai kekhalifahan Turki Utsmani runtuh di tahun 1924. Padahal, kata dia, pada zaman itu kekhalifahan Turki Utsmani menjadi model dunia keislaman.

"Kekhalifahan Turki Utsmani ini bisa saya sebut imperium terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah. Bisa dibandingkan dengan imperium Iskandar Zulkarnaen," katanya, Selasa (21/12/2021).

Namun dengan runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani, jelas Gus Yahya, dunia Islam kehilangan model peradabannya. Padahal ratusan tahun sebelumnya mewarnai dan menjadi rancang bangun.

"Ketika runtuh, kemudian muncul revitalisasi, moderninasi Islam. Lalu muncul kerajaan baru di Hijaz, Arab Saudi yang dipimpin Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud," terangnya.

Kemudian, jelas Gus Yahya, salah satu pendiri NU KH Wahab Chasbullah yang sempat berada di Arab menyatakan bahwa Arab Saudi tidak bisa dijadikan model. Sehingga akhirnya bersama-sama mendirikan NU ini.

Baca Juga:Presiden dan Wapres Fix Pasti Hadir di Pembukaan Muktamar NU ke-34 di Lampung Besok

"Kesimpulan deduktif saya, pendirian NU ini adalah upaya menemukan format peradaban baru. Pasti skalanya global. Maka lambang yang dipilih adalah lambang jagad, bola dunia," ujarnya.

Atas dasar itu, Gus Yahya yakin, bahwa memang NU didirikan sebagai upaya merintis, dan menemukan format peradaban yang baru untuk menggantikan format lama yang runtuh. "Mandat NU adalah mandat peradaban. Sebuah mandat raksasa," tegasnya.

Dia pun mengajak, kader-kader NU harus berani berpikir soal ini. Sebab jika tidak, nanti hanya berebut remeh temeh seperti yang selama ini terjadi. "Maka mulai sekarang, kita harus membangun mentalitas dan mindset untuk berpikir soal mandat peradaban itu," sebutnya.

Apalagi, di generasinya ke bawah, hal ini bukan sesuatu yang sulit. Sebab sudah ada sosok yang memulai, sehingga tinggal meneruskan. Sosok tersebut adalah KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). "Gus Dur sudah memulai. Pergulatan politik, pemikirannya sudah bisa kita lihat. Bahwa Gus Dur melakukan perjuangan peradaban," katanya.

Atas dasar itu, kata Gus Yahya, sosok Gus Dur akan selalu dibutuhkan. Sayang, sosoknya sudah tidak ada di dunia ini. "Apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak punya pilihan. Kita harus menghidupkan Gus Dur, dengan cara menghidupkan pemikiran dan idealismenya di organisasi. Maka ber NU, sama dengan ber Gus Dur," katanya.

Gus Yahya mengakui, upaya untuk menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan butuh perjuangan. Namun dengan trigger yang kuat, komunikasi, dan kerja sama, semua itu bisa dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak