SuaraJatim.id - Komisi D DPRD Kota Surabaya menyarankan warga yang baru pulang bepergian ke luar kota agar melakukan swab test atau tes usap. Ini merespon terdeteksinya pasien pertama COVID-19 varian Omicron di Jatim asal Surabaya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, usulan tersebut demi mengantisipasi meluasnya penularan Omicron.
"Ini bukan berarti kita paranoid. Ini untuk berjaga-jaga agar kejadian lonjakan COVID-19 pada pertengahan 2021 karena adanya varian Delta tidak terulang kembali. Mari bersama-sama menjaga agar kota ini tidak ada lagi lonjakan COVID-19," kata di Surabaya seperti diberitakan Antara, Minggu (2/1/2022).
Dijelaskannya, berdasar keterangan Kepala Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Prof. Maria Inge Lusida, pasien pertama di Surabaya yang terpapar Omicron ternyata diketahui setelah berlibur di Bali.
Baca Juga:Warga Surabaya Terpapar Omicron Sepulang Liburan dari Bali
Tentunya usulan itu bukan tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, banyak warga Surabaya yang berlibur ke luar kota, luar provinsi bahkan luar negeri saat momen Natal dan Tahun Baru 2022.
"Makanya kami meminta agar semua yang telah bepergian untuk melakukan tes usap atau melakukan karantina dulu," ujarnya.
DPRD meminta Satgas COVID-19 Pemkot Surabaya kembali gencar mengawasi fasilitas-fasilitas umum, seperti taman, mal, pusat perbelanjaan, dan pasar.
"Kami tidak ingin kelonggaran yang telah diberikan Pemkot Surabaya ini menjadi penyebab melonjaknya lagi COVID-19. Mari bersama-sama saling bekerja sama agar COVID-19 ini tidak melonjak lagi. Kami pasti bisa jika saling bekerja sama dan meningkatkan kesadaran," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dr. Erwin Astha Triyono membenarkan adanya pasien Virus Corona varian Omicron pertama.
Baca Juga:Omicron Masuk Jatim, Gubernur Khofifah Upayakan Penularan Tidak Meluas
"Benar (ada pasien terinfeksi COVID-19 varian Omicron). Nanti akan disiapkan materi pers release, koordinasi antara tim humas, Dinkes Surabaya dan Jatim," ujarnya.