facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BPBD Pamekasan Peringatkan Warga Pesisir Potensi Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut Maksimal

Muhammad Taufiq Rabu, 19 Januari 2022 | 10:05 WIB

BPBD Pamekasan Peringatkan Warga Pesisir Potensi Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut Maksimal
Potensi banjir rob di Pamekasan Madura [Foto: ANTARA]

Ini jadi perhatian bagi masyarakat Pamekasan Madura yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Dalam dua hari kedepan ada potensi banjir rob akibat air pasang.

SuaraJatim.id - Ini jadi perhatian bagi masyarakat Pamekasan Madura yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Dalam dua hari kedepan ada potensi banjir rob akibat air pasang.

Peringatan ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dimana mulai hari ini sampai lusa akan terjadi pasang air laut maksimum yang berpotensi terjadinya banjir rob.

Seperti disampaikan Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono. Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi pasang air maksimum itu akan berlangsung hingga 20 Januari 2022.

"Berdasarkan rilis yang kami terima, waktunya pada malam hari ini, yakni mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (19/01/2022).

Baca Juga: Polisi Buru Pria Bertelanjang Dada dan Bertato yang Videonya Viral Ajak Duel Aparat

Di Madura ini, kata Budi, ada dua kabupaten yang diminta BMKG untuk waspada, yakni Pamekasan dan Sumenep.

"Kalau di Pamekasan secara khusus BMKG menyebutkan berpotensi terjadi di selat Madura, yakni di pesisir pantai selatan, sedangkan di Sumenep di Kalianget," katanya.

Berdasarkan prakiraan itu, fenomena pasang air laut maksimum itu diprakirakan dapat mencapai ketinggian antara 120 dan 140 cm dari permukaan air laut.

Budi mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir pantai, seperti di Pantai Padelegan, Tanjung Kecamatan Pademawu dan masyarakat Branta, Kecamatan Tlanakan agar meningkatkan kewaspadaan.

BPBD Pemkab Pamekasan juga telah menugasi personel khusus dan melibatkan para sukarelawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) untuk memantau perkembangan situasi.

Baca Juga: 2 Profesor Sampai Minta Proses Hukum Penendang Sesajen Gunung Semeru Dihentikan, Ini Alasannya

"Sejak malam ini, semua perkampungan nelayan di Pamekasan ini kami pantau dengan menerjunkan tim siaga ke lapangan," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait