facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Cabuli Santri Yatim, Tokoh Agama Plus Paranormal Sidoarjo Digiring Masa ke Kantor Polisi

Muhammad Taufiq Kamis, 20 Januari 2022 | 08:53 WIB

Diduga Cabuli Santri Yatim, Tokoh Agama Plus Paranormal Sidoarjo Digiring Masa ke Kantor Polisi
Dugaan kasus pencabulan di Sidoarjo [Foto: Suarajatimpost]

Kegeraman masyarakat Tulangan Sidoarjo Jawa Timur ( Jatim ) kepada seorang tokoh agama sekaligus paranormal berinisial SG (55) sudah tak terbendung.

SuaraJatim.id - Kegeraman masyarakat Tulangan Sidoarjo Jawa Timur ( Jatim ) kepada seorang tokoh agama sekaligus paranormal berinisial SG (55) sudah tak terbendung.

Massa menggeruduk rumahnya kemudian menggiring SG ke kantor polisi. Ia diduga telah mencabuli seorang santri yatim-piatu, Bunga (13) di pondok pesantren yatim yang dia asuh.

SG (55) merupakan warga Desa Grinting Kecamatan Tulangan. Ia ditangkap ramai-ramai oleh puluhan warga Desa Kepuh Kemiri Kecamatan Tulangan, yang jengah menunggu polisi, Rabu (19/01/2022).

Tokoh agama sekaligus paranormal itu diduga mencabuli santrinya. Beruntung, aksi warga yang kebanyakan para ibu-ibu itu sempat diredam oleh perangkat desa setempat untuk menunggu petugas.

Baca Juga: Berita Heboh di Jatim Kemarin, Video Mesum Cewek Sumenep Sampai Tertangkapnya Buron Korupsi Bank Mandiri

Setelah dilakukan mediasi dengan beberapa pihak, akhirnya pelaku diamankan pihak kepolisian, meskipun terduga pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka.

Khusaini, ketua RT setempat mengatakan bahwa aksi warga tersebut dipicu oleh lambatnya penanganan perkara pencabulan yang menimpa Bunga (13), dengan terduga pelaku SG yang juga tokoh agama setempat, juga donatur ponpes tersebut.

"Warga sudah gak sabar, kenapa pelaku tidak ditahan, akhirnya menggelar aksi ini," katanya seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Rabu (19/01/22).

Khusaini menjelaskan, pihaknya sempat didatangi petugas, untuk menanyakan provokator aksi tersebut. Dan ia juga sempat disalahkan karena tidak meredam aksi massa tersebut.

Padahal dirinya sudah berusaha meredam warga berulang kali agar tidak melakukan aksi. Tapi karena warga tak sabar, meminta pelaku untuk segera ditahan, akhirnya warga demo.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Praperadilan JE Tersangka Dugaan Kasus Pencabulan di Sekolah SPI, Dua Saksi Ahli Soroti Hasil Visum

"Warga sudah berulangkali saya redam agar tak aksi. Tapi terduga tetap gak ditahan, jadinya seperti ini," terangnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait