“Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad SAW., yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!” Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim.
Nilai senyum dalam Islam yakni sebagai keindahan akhlak dan perilaku manusia. Senyum menunjukkan penerimaan, kejernihan, keterbukaan, dan cinta manusia. Senyum juga menjadi penghargaan kebaikan, sebagai ibadah, dan pelipur hati.
Demikian penjelasan lebih lanjut terkait beberapa hadist tersenyum dan keutamaan serta manfaat tersenyum. Allah SWT menghendaki hamba Nya selalu berbaik akhlak dan tersenyum. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang selalu berwajah teduh dan ceria.