”Sesungguhnya kamu mempunyai dua akhlak yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu sifat al-hilm (mampu menahan emosi) dan al-anah (sikap tenang dan tidak tergesa-gesa).” (HR.Muslim).
“Apabila salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka datanglah ke rumahnya, lalu beritahu ia bahwa engkau mencintainya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).
“Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hamba-Nya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah dalam dirinya.” (H.R. Al Hakim).
Suatu ketika, Rasulullah SAW melihat sahabat melaknat seorang laki-laki yang meminum khamr. Dan Rasulullah SAW berkata: "Janganlah kalian laknat dia, demi Allah, aku tahu bahwa laki-laki ini mencintai Allah dan Rasul-Nya". (HR. Bukhari).
Baca Juga:4 Tanda Pria Jatuh Cinta Sama Kamu, Sadar atau Tidak?
"Demi Dzat yang jiwaku dalam genggamannya. Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan (sempurna) beriman sampai kalian saling mencintai". (HR. Muslim).
Berdasarkan hadist-hadist di atas, dapat diketahui bahwa Allah SWT juga memiliki rasa cinta. Rasa cinta Allah akan diberikan oleh orang yang berbicara jujur, amanah, dan tidak mengganggu tetangganya. Kekuatan iman seseorang adalah seseorang yang mencintai dan membenci karena Allah. Ia menggantungkan hidupnya kepada Allah, sehingga apapun yang terjadi, ia akan benar-benar ikhlas karena hal tersebut merupakan takdir dari Allah.
Hadis-hadist di atas juga menjelaskan terkait perasaan cinta yang berlebihan dapat menyebabkan buta dan tuli.
Artinya, perasaan cinta juga dapat menggelapkan mata dan hati sehingga ia juga tidak ingin mendengar dari siapapun.
Ia hanya mengikuti hawa nafsunya. Perasaan cinta juga dapat menjadi berkelanjutan yang turun temurun karena perasaan itu juga dapat dirasakan oleh orang di sekitarnya.
Hal yang paling penting mengenai cinta adalah cinta kepada Allah SWT. Allah akan menempatkan seseorang sesuai dengan bagaimana orang itu menempatkan Allah SWT di hatinya.
Baca Juga:Kimi Ni Todoke: Saat Cowok Super Keren di Sekolah Mengagumi Cewek Biasa
Semakin seseorang jauh dari Allah, ia juga semakin jauh bagi Allah. Begitu pula sebaliknya.