- Sebuah rumah milik Tomi Yulianto di Jalan Adityawarman, Jombang, terbakar pada Jumat malam, 17 April 2026.
- Petugas BPBD mengevakuasi korban melalui atap karena kondisi rumah terkunci rapat dan dipenuhi asap tebal.
- Insiden kebakaran tersebut menyebabkan seorang asisten rumah tangga meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis.
SuaraJatim.id - Jarum jam hampir menyentuh angka tengah malam ketika keheningan di Jalan Adityawarman, Jombang, mendadak pecah oleh aroma sangit dan jeritan minta tolong yang samar.
Jumat malam (17/4/2026), sekitar pukul 23.58 WIB, sebuah rumah dua lantai milik Tomi Yulianto (43) berubah menjadi perangkap maut yang mencekam.
Bukan kobaran api besar yang pertama kali menyapa mata warga, melainkan gumpalan asap hitam pekat yang merayap keluar dari celah-celah bangunan.
Begitu tebalnya asap tersebut, hingga warga sekitar sempat salah mengira ada tindak kriminal yang sedang terjadi. Namun, di balik pintu harmonika yang terkunci rapat, tujuh nyawa sedang bertaruh dengan maut.
Baca Juga:Detik-Detik Sopir Truk Sampah di Gresik Larikan Kendaraan yang Terbakar ke Pos Damkar
Rumah tersebut memiliki arsitektur yang unik sekaligus menyulitkan. Memanjang sejauh 50 meter namun hanya selebar 8 meter. Saat api mulai mengamuk di dalam, bangunan itu berubah menjadi lorong sempit yang penuh sesak dengan gas beracun.
"Petugas sempat mengalami kesulitan luar biasa. Ruas rumahnya memanjang tapi sempit. Ditambah lagi, kondisi rumah tertutup rapat dengan pintu harmonika di bagian depan dan lantai dua yang juga terkunci," ungkap Stevi Maria, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, yang akrab disapa Peppy dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Kegelapan dan asap tebal membuat jarak pandang nihil. Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi harus berpacu dengan waktu.
Karena akses utama tak tertembus, petugas terpaksa melakukan manuver berbahaya: merayap ke atap dan menjebol lantai dua demi mencapai mereka yang terjebak di dalam.
Di tengah upaya pemadaman yang berlangsung hingga Sabtu dini hari (18/4/2026), sebuah drama evakuasi yang memilukan terjadi di atas genting. Petugas berhasil menjangkau dua orang yang terjebak di titik paling kritis.
Baca Juga:Akhir Tragis Perjalanan Truk Pakaian di Tol Jomo: Sopir dan Kernet Tewas di Tempat
Nahas, maut rupanya lebih cepat menjemput salah satu dari mereka. Maya (23), seorang asisten rumah tangga (ART), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa akibat terlalu banyak menghirup asap. Sementara rekannya, Sri Indah, ditemukan pingsan dan segera dilarikan ke RSUD Jombang dalam kondisi kritis.
"Dua korban kami evakuasi melalui atap. Satu meninggal dunia, satu lagi tak sadarkan diri," ujar Peppy dengan nada berat menggambarkan suasana dramatis evakuasi malam itu.