- Seorang pesepeda bernama Umar tewas setelah tertabrak motor Suzuki Satria di Jalan Raya Janti, Jombang, Kamis (9/4/2026).
- Kecelakaan terjadi saat Umar menyeberang jalan dari arah kampung dan tertabrak motor yang dikendarai Yusuf dari arah timur.
- Satlantas Polres Jombang melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi untuk mendalami penyebab pasti insiden kecelakaan tersebut.
SuaraJatim.id - Malam di Jalan Raya Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Kamis (9/4/2026), mendadak pecah oleh suara hantaman logam yang memekakkan telinga.
Di bawah temaram lampu jalan, sebuah perjalanan pulang yang biasa saja berubah menjadi tragedi yang menyisakan duka mendalam.
Umar (58), pria asal Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, tak pernah menyangka bahwa kayuhan sepedanya malam itu adalah yang terakhir.
Ia menjadi korban jiwa dalam kecelakaan maut yang melibatkan sebuah sepeda motor Suzuki Satria di salah satu ruas jalan tersibuk di Jombang tersebut.
Baca Juga:Dentuman Tengah Hari di Wonoasri Madiun: Bus Mogok Diseruduk Truk Boks Hingga Jebol Tembok Warga
Kejadian bermula ketika jarum jam menunjukkan waktu malam yang mulai larut. Berdasarkan kesaksian Ismail Fauzan (42), seorang sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) yang berada di lokasi, Umar baru saja keluar dari sebuah jalan kampung dengan sepeda anginnya.
"Kecelakaan bermula saat korban keluar dari jalan kampung menuju jalan raya. Beliau berbelok ke arah timur dan bermaksud langsung menyeberang ke arah utara," ujar Ismail dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, maut datang lebih cepat dari kewaspadaan. Di saat yang bersamaan, melaju sebuah sepeda motor Suzuki Satria bernopol S-57xx-RQ dari arah timur. Motor tersebut dikendarai oleh Yusuf (27), pemuda asal Plosogeneng.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan posisi sepeda yang tiba-tiba memotong arus, benturan keras tak lagi bisa dihindarkan.
Hantaman itu membuat Umar terpental. Meski warga dan petugas segera melarikannya ke RSUD Jombang dengan harapan ada keajaiban, luka yang diderita Umar terlalu parah. Nyawanya tak tertolong di ruang perawatan.
Baca Juga:Petaka di Ring Road Tuban: Nyawa Abdul Majid Melayang dalam Sekejap di Bawah Roda Tronton
Sementara itu, Yusuf, sang pengendara motor, mengalami luka pada pergelangan tangan kiri dan masih dalam keadaan syok.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Jombang segera turun ke lapangan sesaat setelah kejadian. Di bawah guyuran sisa hujan atau dinginnya angin malam, petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyusun kepingan fakta.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini.
"Kami sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. Pemeriksaan intensif terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa ini," jelas Siswanto.
Tragedi ini menjadi nisan pengingat yang pahit bagi para pengguna jalan. Sebuah pesan bisu bahwa jalan raya tidak pernah memaafkan kesalahan kecil sekalipun.
"Ini adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan. Baik pengendara motor maupun sepeda angin harus meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Menoleh sejenak dan memastikan arus aman bukan hanya soal aturan, tapi soal menjaga nyawa," pungkas Siswanto.