SuaraJatim.id - Proses ekskavasi benda purbakala di Situs Gemekan, Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto kembali dilakukan tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Saat melakukan ekskavasi, tim menemukan kaca yang gagangnya terbuat dari perunggu berbentuk Dewa Ganesha. Namun, cermin perunggu tersebut ditemukan sudah patah antara gagang dengan lingkaran cermin.
“Karena sudah berabad-abad, cermin dari perunggu ini berubah warna menjadi hijau,” ucap salah satu Arkeolog BPCB Jatim Lutfi seperti dikutip Satukanal.com-jaringan Suara.com.
Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Situs Gemekan M Ichwan mengatakan, ekskavasi yang dilakukan kali ini merupakan tahap kedua. Hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan dan mengungkap sejarah situs era Kerajaan Empu Sendok yang sebelumnya didapati denah dan prasasti.
Baca Juga:Eskavasi Tahap Dua Situs Gemekan Dilakukan 6 Hari, Target Untuk Menampakkan Bentuk Dalam Candi
“Sasarannya kami akan menampakkan lebih jelas lagi struktur. Termasuk menampakkan pagar keliling di sisi barat seluas 12 x 12 x 12 meter, sebelah timur selatan dan utara, dari situs utama,” ungkapnya kepada Satukanal.com di lokasi eskavasi, Kamis (3/3/2022).
Ia mengemukakan, ada beberapa benda bersejarah yang ditemukan dalam proses ekskavasi kali ini. Seperti sejumlah artefak dan lubang sumur berbentuk persegi dengan dimensi 150 centimeter x 150 centimeter pada bagian tengah struktur candi ditemukan. Tak hanya itu, tim juga menemukan sejumlah artefak dan peripih di dalam sumuran tersebut.
Ichwan mengemukakan, artefak tersebut berupa pecahan gerabah dan keramik hingga patahan perunggu dengan panjang sekitar 10 centimeter dan berdiamater sekitar 2 centimeter. Peripih lumrah ditemukan di bagian struktur bawah candi.
Kemudian pada hari kedua, tim menemukan tutup peripih dengan ukuran 23,4 x 23 centimeter dengan ketebalan 9,5 centimeter yang ditemukan di bagian sisi selatan.
Tutup pripih berbahan batu andesit, selain itu juga balok pipih dengan bentuk bujur sangkar bukuran 23,4 x 23 centimeter dan ketebalan 9,5 centimeter. Batu andesit tersebut memiliki sisi dalam berbentuk kerucut yang diperkirakan sebuah tutup dari pripih. Sedangkan wadah dari pripih tersebut saat ini belum ditemukan.
Baca Juga:Isi Prasasti Situs Gemekan Mojokerto Menyebut Tentang Kutukan
“Kita lihat struktur di selatan ini tepat di tutup pripih ditemukan, kondisinya sudah rusak sudah dijebol dari bawah, demikian juga samping utara yang sudah rusak. Dugaan sementara ada yang menjebol dari sisi selatan dan utara,” jelasnya.