Lansia di Tuban Gantung Diri, Diduga Akibat Penyakit Tak Kunjung Sembuh

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui istri korban. Jasad sang suami ditemukan tergantung di rumahnya, Rabu (30/3/2022).

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 31 Maret 2022 | 23:08 WIB
Lansia di Tuban Gantung Diri, Diduga Akibat Penyakit Tak Kunjung Sembuh
ilustrasi gantung diri, bunuh diri Tuban. [Envato elements]

SuaraJatim.id - Warga berinisial T (53) warga Kabupaten Tuban Jawa Timur ditemukan tewas dengan cara gantung diri. Motif bunuh diri itu diduga depresi karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui istri korban. Jasad sang suami ditemukan tergantung di rumahnya, Rabu (30/3/2022).

Kapolsek Kerek Iptu Kadeni mengatakan, warga dan tetangga kaget mendengar teriakan istri korban dan langsung mendatangi sumber suara.

"Istrinya ini mengetahui korban dalam kondisi gantung diri di rumah belakang yang dibuat kandang ayam. Kemudian teriak dan para tetangga datang," kata Iptu Kadeni mengutip dari suaraindonesia.co.id, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga:Polisi Masih Memburu Pelaku Utama Penyelundupan 9 Ton Pupuk Bersubsidi ke Tuban

Peristiwa itu, lanjut Kadeni, dilaporkan ke Polsek terdekat. Kemudian petugas dan tim medis mendatangi lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal karena gantung diri.

"Hasil pemeriksaan medis, korban meninggal murni karena bekas lilitan tali di leher dan mulut serta alat kelamin mengeluarkan cairan," ungkapnya.

Kadeni menjelaskan, sebelum ditemukan tewas gantung diri, menurut keluarga, korban mengalami sakit komplikasi. 

Berbagai upaya pengobatan bahkan telah dilakukan. Namun sakit yang diderita korban tak kunjung sembuh hingga memilih nekat gantung diri.

Baca Juga:Kemarin, Kecelakaan di Tuban Menewaskan Dua Orang Korban hingga Erupsi Gunung Semeru

"Dari keterangan keluarga, diduga korban depresi karena menderita sakit komplikasi menahun, sehingga nekat mengakhiri hidupnya," pungkasnya.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini