facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Giliran Finlandia Diperingatkan Vladimir Putin Agar Tetap Netral dan Tak Bergabung dengan NATO

Muhammad Taufiq Minggu, 15 Mei 2022 | 13:05 WIB

Giliran Finlandia Diperingatkan Vladimir Putin Agar Tetap Netral dan Tak Bergabung dengan NATO
Presiden Vladimir Putin (Pixabay/DimitroSevastopol)

Selama ini sikap Finlandia tetap netral menyikapi konflik Ukraina. Namun belakangan negeri itu disebut-sebut bakal memilih bergabung dengan NATO dan meninggalkan Rusia.

SuaraJatim.id - Selama ini sikap Finlandia tetap netral menyikapi konflik Ukraina. Namun belakangan negeri itu disebut-sebut bakal memilih bergabung dengan NATO dan meninggalkan Rusia.

Merespons kabar tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Finlandia Sauli Niinisto bahwa meninggalkan sikap netral serta bergabung ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) adalah langkah keliru.

Langkah itu, kata Putin, bisa merusak hubungan kedua negara. Rusia dan Finlandia mengatakan presiden mereka berbicara melalui telepon, dua hari setelah Finlandia menyatakan niatnya untuk bergabung dengan aliansi Barat tersebut.

Pemerintah Rusia menggambarkan niat itu sebagai ancaman keamanan yang membuatnya harus mengambil tindakan. Tidak disebutkan tindakan seperti apa yang dimaksud.

Baca Juga: Bicara Via Telepon, Putin Peringatkan Presiden Finlandia Agar Tak Gabung NATO

Kantor Niinisto mengatakan sang presiden Finlandia mengatakan kepada Putin "betapa mendasarnya tuntutan Rusia pada akhir 2021 yang bertujuan mencegah negara-negara bergabung dengan NATO."

Niinisto juga menyampaikan kepada Putin, "Invasi besar-besaran oleh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 telah mengubah kondisi keamanan Finlandia."

Ia mengatakan Finlandia ingin menangani hubungan dengan negara tetangganya itu, Rusia, secara "benar dan profesional".

Kremlin mengatakan, "Vladimir Putin menekankan bahwa meninggalkan kebijakan tradisional berupa netralitas militer akan keliru karena tidak ada ancaman keamanan yang dihadapi Finlandia."

"Perubahan seperti itu dalam kebijakan luar negeri negara tersebut bisa membawa dampak negatif pada hubungan Rusia-Finlandia," kata Kremlin.

Baca Juga: Putin Diduga Punya Pacar yang Diincar Sanksi Barat, Siapa Alina Kabaeva?

Moskow menggambarkan percakapan telepon kedua pemimpin itu sebagai "pertukaran pandangan secara jujur". Penggambaran seperti itu biasanya berarti bahwa pembicaraan berlangsung alot.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait