Pasar Hewan di Jember Bakal Ditutup Gara-gara Wabah PMK Mengganas, Puluhan Ternak Terpapar Tiap Hari

Pasar hewan di Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ) bakal ditutup menyusul mengganasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam beberapa hari terakhir.

Muhammad Taufiq
Selasa, 19 Juli 2022 | 19:40 WIB
Pasar Hewan di Jember Bakal Ditutup Gara-gara Wabah PMK Mengganas, Puluhan Ternak Terpapar Tiap Hari
Ilustrasi ternak sapi (Antara/Aloysius Jarot Nugroho).

SuaraJatim.id - Pasar hewan di Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ) bakal ditutup menyusul mengganasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam beberapa hari terakhir.

Ada puluhan sapi mulai terpapar virus ini setiap harinya. Rencana penutupan pasar ini disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto. Penutupan juga dalam rangka menekan penyebaran PMK.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus melakukan berbagai upaya dalam ranga menekan kasus PMK, mulai pemeriksaan hewan ternak, pemberian vaksinasi hingga sinergi bersama sejumlah instansi.

"Insyallah kita agendakan bulan ini, karena sebenarnya sudah mau ditutup sebelum Idul Adha kemarin," katanya dikutip dari suaraindonesia.co.id jejaring media suara.com, Senin (18/7/2022).

Baca Juga:Seluruh Pasar Hewan di Jember Tutup untuk Mencegah Penularan Wabah PMK

Hendy menjelaskan, keterbatasan tenaga kesehatan untuk melakukan vaksinasi kepada hewan ternak membuat pihaknya mengambil langkah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara pengobatan hewan ternak yang terdampak PMK secara mandiri.

"Sekarang kami sedang mengajarkan bagaimana agar orang-orang bisa melakukan pengobatan sendiri," ujarnya.

Pemkab Jember rencananya juga akan menggelar vaksinasi PMK massal pada bulan Agustus mendatang. Untuk itu, pihaknya akan mengerahkan para relawan untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam menangani kasus tersebut.

"Kita terjunkan relawan, kita ada 70 relawan di luar dari DKPP," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Jember Nyoman Ariwibowo menyampaikan pemerintah harus memberikan bantuan sosial melalui Biaya Tidak Terduga (BTT), karena selama ini peternak telah melakukan pengobatan dengan biaya sendiri dalam jangka waktu yang panjang.

"Selama ini mereka sudah mengeluarkan biaya sendiri untuk pengobatan ternak dalam jangka waktu yang panjang. Jadi tolong untuk BTT itu selain kecepatan juga disertai dana bantuan tunai," katanya.

Baca Juga:16 Ribu Lebih Ternak di Kabupaten Malang Terpapar PMK, Ratusan Mati, Tapi Banyak yang Sembuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak