"Informasi yang kita terima ada dua orang yang meninggal tadi, oleh warga langsung dibawa ke rumah duka," kata AKP Rochim, Sabtu (22/10/2022).
Rochim mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya juga telah menerjunkan tim ke lokasi guna melakukan penyelidikan. Ia mengaku saat ini, petugas sudah mengamankan lokasi kejadian perkara dengan memasang police line.
Selain itu, Rochim menyatakan, jika pihak kepolisian sudah meminta keterangan sejumlah pihak terkait peristiwa ini. Namun demikian, kata Rochim, penyelidikan longsornya tebing galian C ini telah dilimpahkan ke Unit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto.
"Dilimpahkan ke Unit Tipidter untuk diselidiki lebih lanjut dan beberapa saksi kini diperiksa terkait kejadian tersebut," ungkap Rochim.
Baca Juga:Diguyur Hujan Deras, Garut Sempat Dikepung Banjir dan Longsor hingga Kendaraan Tak Bisa Melintas
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Raditya Herlambang menjelaskan, peristiwa longsornya tambang galian C terjadi saat aktivitas tambang tengah berlangsung. Menurutnya, empat orang warga yang menjadi korban kala itu sedang mencari batu untuk dimuat ke dalam truk.
"Persis di samping truk ada alat berat Ekskavator yang menggeruk pasir. Diduga akibat getaran alat berat sehingga tebing di atas truk itu longsor menimpa korban," kata Herlambang.
Menurut Herlambang, korban merupakan warga setempat yang mencari batu. Empat orang korban itu, lanjut Herlambang, juga bukan pekerja tambang Galian C. Herlambang menyebutkan, saat ini korban tewas sudah dikebumikan, dan pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
"Keluarga menolak dilakukan tindakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah," katanya.
Kontributor : Zen Arivin
Baca Juga:Tergerus Arus Kali Cipinang, Tebing 10 Meter di Cibubur Longsor, 2 Rumah Terdampak