Wacana duet Prabowo-Khofifah dalam capres-cawapres 2024 memang mengemuka sejak beberapa waktu belakangan. Apalagi setelah pertemuan Prabowo dengan Khofifah pada Mei 2022 silam.
Waktu itu pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai silaturahim Prabowo dengan Khofifah Indar Parawansa adalah strategis untuk Pemilu dan Pilpres Tahun 2024.
"Silaturahim ini jelas strategis untuk Pemilihan Umum 2024," ujarnya ketika dihubungi dari Surabaya, Kamis (5/5/2022).
Menurut dia, Khofifah dianggap sebagai tokoh penting dan berpengalaman dalam kontestasi nasional dan potensial untuk digandeng pada pemilihan presiden dua tahun mendatang.
Baca Juga:Sejoli Pemeran Video Porno Kebaya Merah Ditangkap, Keduanya Asal Surabaya
"Apalagi melihat urutan silaturahim Prabowo saat Lebaran ini yang menjadikan Khofifah menjadi prioritas," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo tersebut.
Tiga bulan kemudian, Agustus 2022, DPD Partai Gerindra Jawa Timur tidak malu-malu lagi mengusulkan Khofifah Indar Parawansa sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
"Usulan, dan aspirasi kader dari tingkat DPD, DPC bahkan sampai ranting meminta Bu Khofifah maju sebagai cawapres mendampingi Pak Prabowo," kata Sekretaris DPD Gerindra Jatim Kharisma kepada media di kantor Gerindra.
Bulan lalu, dalam Rapat Paripurna HUT Jatim ke-77 di DPRD Jatim, politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Anwar Sadad bahkan melontarkan pantun untuk Gubernur Khofifah.
Sadad melempar pantun untuk memuji kerja keras Khofifah selama memimpin Jawa Timur sebagai gubernur. "Iwak bandeng gak onok erine, kerjone Bu Khofifah gak onok marine," ujarnya.
Baca Juga:Cewek-Cowok Pemeran Film Porno Kebaya Merah Ditangkap Semalam, Keduanya Warga Surabaya?
Lalu bulan ini, Prabowo berkunjung malam-malam ke kediaman Kiai Miftach. Dalam foto yang beredar nampak Kiai Miftach mendoakan Prabowo.