“Sering terjadinya konflik perguruan silat di Jatim ini sampai terdengar di istana, Presiden Jokowi, sampai ke Panglima TNI dan Kapolri. Kapolri meminta agar konflik perguruan silat ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.
Sebenarnya sebagai orang asli Madiun, Eddy mengaku bangga dengan adanya perguruan silat. Namun, dia berharap kebanggaan tersebut tidak menjadi buruk dengan seringnya terjadi konflik antar-perguruan silat.
“Kami merasa jangan sampai pencak silat yang jadi kebanggaan kita ini ternodai dan image-nya jelek, karena dianggap sering tawuran. Ini mungkin ulah oknum sebagian anak muda. Penyebabnya banyak, biasanya masih baru dilantik atau disahkan ingin mencoba, fanatisme terhadap lembaga atau perguruan silat yang berlebihan, dan tidak adanya sanksi dari perguruan jika terjadi pelanggaran,” bebernya.
Keputusan pembongkaran tugu perguruan silat secara mandiri tersebut tertuang dalam surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim bernomor 300/5984/209.5/2023.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Ajak Siswa Kuatkan Karakter Sebagai Pelajar Pancasila
“Kami akan terus antisipasi agar tidak terjadi benturan konflik antarperguruan silat di Jatim, sehingga menyebabkan ada yang korban luka maupun meninggal dunia,” imbuhnya.