SuaraJatim.id - Ditonton langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, pertahanan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 malah digempur Timnas Ekuador.
Meski digempur habis-habisan Ekuador, Timnas Indonesia mampu menahan serangan dan berakhir seri dipertandingan yang digelar di Stadion GBT, Jumat (10/10/2023).
"Skor 1-1 dan ini hasil kerja keras pemain walaupun terasa berat. Semoga waktu dua hari kita bisa perbaiki kita bisa main lebih baik lagi melawan Panama," ujar Bima Sakti usai pertandingan.
Pada laga tersebut, Amar Brkic yang digadang-gadang bersinar di Piala Dunia U-17 tak tampil. Bima Sakti menyebut, sang pemain absen karena sedang sakit.
Baca Juga:Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran Naik di Jatim, Suara Nahdliyin Memengaruhi
"Kemarin dia sakit diare dua hari. Dua hari tidak latihan, tidak mungkin kita paksakan juga sebab itu kondisinya kalau dipaksakan lebih memburuk lagi," jelas Bima Sakti.
Menurut Bima, Amar Brkic diare kemungkinan besar akibat adaptasi si pemain. Hal itu tak menjadi masalah serius untuk Timnas Indonesia maupun Amar Brkic sendiri.
"Karena dia Eropa datang ke sini diare. Kalau kita, meskipun kemarin di Jerman tapi ke sini balik lagi ke habitat kita lagi, meskipun makanan Amar dari luar itu juga terjadi sama Welber pas pertama-pertama," terangnya.
Timnas Indonesia langsung mengalihkan fokus melawan Panama, Menurutnya, calon lawannya tersebut memiliki permainan yang bagus.
Bima Sakti akan mengevaluasi pemain-pemainnya untuk laga selanjutnya. Selain, tentunya mempelajari taktik dari lawannya tersebut.
Baca Juga:Dukung Indonesia di Piala Dunia U-17, Fian Bangga Akhirnya Bisa ke Stadion GBT
"Panama mereka bagus, gak ada yang gak bagus di group ini, tapi kita sudah siapkan semua, dan ada pelatih menyaksikan langsung pertandingan mereka, dan semoga nanti evaluasinya bisa kita ambil dan kami pelajari," tandas Bima.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa